Breaking News:

Berita Tuban

Selewengkan BPNT, Polres Tuban Tetapkan Sekdes Cepokorejo Jadi Tersangka, Tapi Tidak Ditahan

Sekdes Cepokorejo, Susilo Hadi Utomo ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Tuban, atas kasus penggelapan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Sudarsono
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri saat menyampaikan perkembangan kasus BPNT yang dilakukan Sekretaris Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang. 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Sekretaris Desa (Sekdes) Cepokorejo, Kecamatan Palang, Susilo Hadi Utomo ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Tuban, atas kasus penggelapan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri mengatakan, penetapan status tersangka terhadap sekdes tersebut dilakukan setelah unsur-unsurnya terpenuhi.

Setelah dilakukan gelar perkara, Sekdes Cepokorejo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan BPNT.

"Sudah ditetapkan tersangka, setelah memenuhi unsur-unsurnya. Kami jerat pasal 372 tentang penggelapan," ujar Yoan kepada wartawan, Rabu (19/8/2020).

Dijelaskannya, meski telah berstatus tersangka, tetapi pihak kepolisian belum menahan Sekdes Cepokorejo.

Hingga kini anggota masih terus mendalami kasus tersebut, untuk mengetahui keterlibatan pihak-pihak lainnya.

"Masih terus kita dalami, apakah ada pihak lain yang terlibat," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kasus itu mencuat ketika sejumlah warga desa setempat mengajukan bantuan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Setelah diakses, ternyata mereka tercatat telah menerima bantuan dari program BPNT sejak 2018. Bantuan baru diterima Juli 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved