Berita Surabaya Hari ini Populer: Risma Minta Tenaga Pendidik Kerja dari Rumah, Covid-19 Naik 125

Berita Surabaya hari ini populer edisi Rabu (19/8/2020). Ada Berita Risma minta guru dan tenaga pendidik kerja dari rumah dan COVID-19 bertambah 125

Kolase surya.co.id/yusron naufal putra dan infocovid19.jatimprov.go.id
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri), Update Virus Corona di Surabaya dan Jatim 18 Agustus (kanan) 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Berikut Berita Surabaya hari ini populer edisi Rabu (19/8/2020), salah satunya tentang keputusan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang meminta agar tenaga pendidik bekerja dari rumah.

Mulai Selasa (18/8/2020) hingga pemberitahuan lebih lanjut, Risma meminta seluruh guru dan tenaga kependidikan di bawah lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Selain itu, ada juga berita tetang update kasus virus corona atau COVID-19 di Surabaya.

Dilansir dari situs infocovid-19.jatimprov.go.id, Surabaya mencatatkan tambahan kasus harian sebanyak 125 kasus pada Selasa (18/8/2020).

Berikut ulasan selengkapnya Berita Surabaya hari ini populer edisi Rabu (19/8/2020).

1. Risma minta tenaga pendidik kerja dari rumah

Mulai Selasa (18/8/2020) hingga pemberitahuan lebih lanjut, seluruh guru dan tenaga kependidikan di bawah lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya diminta bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Hal ini merupakan respon atas permohonan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan kebijakan WFH bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah untuk mencegah adanya kluster baru di sekolah.

Melalui surat edaran bernomor 800/7311/436.8.3/2020 yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tertanggal 15 Agustus 2020 kepada para kepala SMP dan SD negeri serta swasta se-Surabaya, seluruh pegawai sekolah, guru dan tenaga kependidikan diminta untuk melaksanakan tugas kedinasan di rumah.

Kemudian tidak mengadakan kegiatan di sekolah dan terakhir agar mengatur jadwal piket pegawai selama masa pelaksanaan tugas kedinasan di rumah.

Surat tersebut ditindaklanjuti Kepala Dindik Surabaya, Supomo dengan surat pengantar yang ditandatangani padaa Senin (17/8/2020).

Isinya, pelaksanaan tugas kedinasan di rumah itu berlaku mulai Selasa (18/8/2020) hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti yang selama ini memantau jalannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berharap dengan kebijakan ini, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugasnya dengan mengajar di rumah.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved