Breaking News:

Warung Ini Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Teknologi GrabKios

Sumarni (42) merupakan pemilik Toko Jaya Merr Surabaya, yang sudah tergabung menjadi mitra GrabKios sejak 2019 lalu.

Foto: grab
Sumarni (42) pemilik Toko Jaya Merr Surabaya tergabung menjadi mitra GrabKios sejak 2019. 

SURYA.CO.ID, Surabaya - Sumarni (42) merupakan pemilik Toko Jaya Merr Surabaya, yang sudah tergabung menjadi mitra GrabKios sejak 2019 lalu.

"Meski belum sepenuhnya stabil, tapi saya merasakan betul adanya peningkatan omzet. Terutama di masa pandemi seperti sekarang ini," terangnya.

Sumarni mengaku, tetap bisa mempertahankan pendapatannya hingga 70% di masa pandemi berkat berjualan produk digital dari GrabKios.

Sumarni kini bisa menawarka berbagai layanan finansial dan digital seperti transfer uang, pembayaran tagihan, BPJS, pembelian token listrik dan lebih banyak lagi.

"Karena banyak warga sekitar yang takut ke pergi jauh ke Bank karena pandemi, jadi banyak yang ke warung saya untuk transaksi. Saya senang banget karena bisa membantu. Dibandingkan dulu sebelum pandemi, pendapatan saya sedikit mengalami penurunan karena semakin sedikit orang yang datang ke warung. Namun, karena layanan-layanan GrabKios, omzet saya meningkat sekitar 20 persen," jelasnya.

Saat bergabung dengan GrabKios yang sepenuhnya mengandalkan teknologi, awalnya Sumarni merasa tidak bisa. Namun ia berpikir bahwa, usahanya harus maju dengan mengikuti zaman.

"Akhirnya, mau tidak mau saya memaksa diri untuk belajar tentang teknologi. Ya terus usaha kuncinya," sahutnya.

Saat ini, warung milik Sumarni tidak hanya menjual kebutuhan harian, tapi sekarang bisa melayani pembelian pulsa, token listrik, pembayaran tagihan, dan lainnya.

"Ketika banyak warung yang bangkrut di masa pandemi, warung saya bisa terselamatkan karena teknologi dimana saya mulai menggunakan produk digital dari GrabKios. Saya juga bisa mempertahankan karyawan satu satunya yang sudah membantu sejak pertama kali membuka usaha," ungkapnya.

Meski begitu, Sumarni tidak serta merta hanya menunggu datangnya pelanggan. Ia juga masih tetap menawarkan barang-barang yang dijual, terutama ke tetangga sekitar.

"Supaya pelanggan tetap belanja di tempat saya, ya harus menjaga hubungan dengan mereka. Selalu ramah dan memberikan pelayanan terbaik. Juga barang-barang baru untuk pelanggan, baik secara online maupun offline," terang Sumarni.

Dengan mengandalkan teknologi, lanjut Sumarni, ia bisa bertahan hingga sekarang dan dapat terus membiayai kuliah anak, serta mulai bisa menabung emas dari smartphone.

Sumarni merupakan satu dari jutaan UMKM yang sudah terdigitalisasi dengan Grab. Selama pandemi, Grab telah menyambut lebih dari 150.000 UMKM baru di Indonesia dan 32.000 pedagang tradisional dalam platformnya.

Temuan Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara juga mengungkapkan bahwa pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp8,9 triliun bagi perekonomian Surabaya pada tahun 2018 dan riset terbaru pada 2020, menunjukkan bahwa 23% responden mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang.

Hal ini menandakan bahwa digitalisasi menjadi sangat penting dalam membantu para UMKM untuk bangkit guna menjaga ketahanan ekonomi dan lapangan kerja, khususnya memasuki era new normal ini.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved