Breaking News:

Berita Malang Raya

Tandur Pangan, Inovasi Empat Sekawan di Kota Batu di Tengah Pandemi

Empat sekawan di Kota Batu meluncurkan inovasi menarik di tengah pandemi yang mereka beri nama Tandur Pangan.

surabaya.tribunnews.com/benni indo
  Dodik Eko Wahyudi (kiri), Achmad Rifai (tengah) dan  Rakhmad Hardianto (kanan) saat berada di kendaraan perintis (Rantis) Tandur Pangan yang terletak di Jl KH Agus Salim, No 12, Kota Batu. 

SURYA.co.id | KOTA BATU  – Kreativitas dan inovasi tidak boleh mati meski sedang menghadapi pandemi. Kolaborasi bisa menjadi kunci untuk melahirkan solusi. Hal itulah yang dilakukan empat sekawan di Kota Batu untuk tetap produktif di masa pandemi saat ini.

Mereka adalah Achmad Rifai, pegiat lingkungan yang memiliki keahlian meracik jamu atau herbal, kemudian aktivis perempuan bernama Yuli, seorang pengusaha kuliner, Dodik Eko Wahyudi, dan seorang penggerak pertanian purba, Rakhmad Hardianto.

Mereka memperkenalkan hasil kolaborasinya dengan nama Tandur Pangan. Sebuah warung minum portable yang menyatu dengan sepeda motor roda tiga. Mereka menyebutkan kendaraan perintis atau rantis.

Berbagai minuman dari rempah-rempah dan bunga bisa didapatkan di Tandur Pangan yang terletak di Jl Kh Agus Salim No.12, depan warung Mie Serdadu.

Hardianto menjelaskan, Tandur Pangan, meskipun bentuknya sebuah warung, namun pada dasarnya membuat rintisan konsep berkelanjutan dalam bidang pertanian organik, pengolahan dan herbalis yang berwawasan lingkungan.

“Yakni menjual buah, sayur, herbal, dan bahan masakan yang organik, sehat dan halal,” ujar Hardi, Selasa (18/8/2020).

Beberapa produk dan olahan yang siap antara lain: sayur dan buah organik, pastry jambu olahan kering sayur, buah dan rempah, smoothies, juice, minuman rempah, tisane, mie sayur, mie sayur frozen dan produk pendukung lainnya.

“Tandur Pangan adalah wirausaha sosial yang berbisnis dengan asas kekeluargaan, gotong royong, koperasi, kolaborasi dan koalisi sehingga diharapkan menjadi gerakan bisnis dan gerakan sosial yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Diterangkan Hardi, arti asas kekeluargaan yakni akur rasa satu keluarga. Gotong-royong berarti berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, kemudian asas koperasi bahwa Tandur Pangan juga berorientasi pada manajemen keuangan, SDM, dan pemasaran yang menunjukkan profesionalisme dalam wirausahanya.

Tandur pangan adalah kolaborasi mengharmonisasikan potensi kecakapan dan produk dari penggiat perempuan, pegiat seni dan lingkungan, petani organik dan pengusaha kuliner. Sedangkan koalisi bermakna bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved