Breaking News:

Berita Malang

Sampai Kerahkan 100 Personel untuk Jemput Pencium Jenazah Covid-19 di Malang

Pria berinisial AS (53) dijemput paksa di rumahnya sekitar pukul 13.20 WIB. Dan ia langsung dibawa ke Polresta Malang Kota.

surya/kukuh kurniawan
Pria pencium jenasah positif Covid 19 dibawa menuju ke Mapolresta Malang Kota untuk menjalani rapid dan swab test, Selasa (18/8/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Seorang pria yang mencium jenazah positif Covid-19 di sebuah rumah sakit rujukan di Kota Malang, dijemput paksa oleh tim gabungan dari TNI-Polisi, Selasa (18/8/2020). Penjemputan dilakukan setelah pria tersebut diketahui gagal membawa pulang paksa jenazah yang sempat diciumnya itu.

Pria berinisial AS (53), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itu dijemput paksa di rumahnya sekitar pukul 13.20 WIB. Dan ia langsung dibawa ke Polresta Malang Kota.

"Kurang lebih satu kompi personel kami kerahkan untuk melakukan penjemputan," ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Leonardus menjelaskan penjemputan pria itu dilakukan secara kooperatif. "Tidak ada perlawanan. Semuanya berjalan dengan lancar," tambahnya.

Pria yang dijemput tersebut, merupakan pria yang tampil di video viral yang beredar di media sosial Whatsapp dan Facebook.

Sebelumnya dalam video yang diambil Sabtu (8/8/2020) di sebuah rumah sakit rujukan di wilayah Kota Malang, memperlihatkan AS sempat mencium jenazah yang sempat akan dibawa paksa.

Namun aksi tersebut dapat dicegah petugas keamanan serta tim medis di rumah sakit tersebut. Sehingga jenazah dapat dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid 19 ketat.

Dan jenazah yang akan diambil paksa itu berinisial BB (58). Dan hasil swab tesnya menunjukkan bahwa jenazah itu terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jadi kami melakukan operasi kemanusiaan sekaligus penegakan hukum kepada masyarakat, yang mencoba mengambil paksa dan mencium jenazah. Kami ingin menyelamatkan yang bersangkutan," ujar Leonardus.

Meski begitu pihaknya masih mengedepankan dahulu pemeriksaan kesehatan pria tersebut. "Yang terpenting hasil pemeriksaan kepada yang bersangkutan negatif. Kalau nanti hasilnya positif, maka harus segera dilakukan treatment. Baik dilakukan isolsi mandiri atau dirawat di rumah sakit," tandasnya.

Meski perbuatannya telah melanggar hukum dan undang undang, pihaknya belum menetapkan pria itu menjadi tersangka. "Masih kami jadikan saksi. Kami lihat kalau bisa berkembang (kasusnya), kami akan gelar perkara. Namun sekali lagi, kami masih fokus pemeriksaan kesehatannya," bebernya.

Mantan Kapolres Batu ini juga menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir siapapun yang berusaha mencoba mengambil paksa jenazah Covid 19.

"Kami peringatkan, jangan ada lagi yang mencoba hal tersebut. Dan kejadian ini jangan sampai terulang. Kami akan lakukan penegakan hukum secara tegas namun tetap persuasif dan humanis," pungkasnya. ***

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved