Breaking News:

Berita Malang Raya

Pilkada Malang Mulai Seru, Tim Sam HC-Gunadi Polisikan Anggota Bawaslu

George dituduh membuat ujaran kebencian (hate speech) yang merugikan pasangan calon indenden Heri Cahyono dan Gunadi Handoko atau Sam HC-Gunadi

surya/erwin wicaksono
Tim Hukum Malang Jejeg menunjukkan dokumen laporan ke Polres Malang di rumah Sam Anto Baret, Kota Malang, Selasa (18/8/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Tim Hukum salah satu calon Bupati Malang, 'Malang Jejeg' melaporkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva ke Polres Malang, Selasa (18/8/2020).

George dilaporkan atas tuduhan membuat ujaran kebencian (hate speech) yang dirasa merugikan pasangan calon indenden Heri Cahyono dan Gunadi Handoko atau Sam HC-Gunadi.

Tim hukum Malang Jejeg, Agustian A Siagian menerangkan, ujaran George di salah satu media dinilai tidak valid.

"Jadi statement George di salah satu media pada 23 Juli 2020 jam 15:41 WIB menerangkan, dari 72.000 KTP dukungan calon perseorangan,16.000 di antaranya gugur karena tidak merasa memberikan dukungan," jelas Siagian saat ditemui di rumah Sam Anto Baret di Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Menurut Siagian, pernyataan George tersebut tidak sesuai fakta. "Itu tidak benar. Faktanya dari hasil rapat pleno, kami mengantongi 72.000 lebih dukungan," ungkap Siagian.

Siagian menegaskan, pernyataan yang ia sampaikan didasarkan bukti valid. "Faktanya hasil rapat pleno, ada 72.603 dukungan (untuk Sam HC-Gunadi) dinyatakan sah oleh KPU. Ditandangani oleh Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini," ujar Siagian.

Siagian menyebut, ujaran George yang dimuat di salah satu media online telah merugikan Malang Jejeg. "Terkesan tidak langsung menyudutkan Malang Jejeg. Munculnya ujaran kebencian," terang Siagian.

Siagian menjelaskan, bukti yang ia kantongi pada masalah ini menyangkut Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 310 KUHP. "Kalau ada bukti yang dinyatakan kurang, kami siap melengkapi," jelasnya.

Ditambahkan SIagian, George harusnya tidak melakukan pembiaran atas ujaran yang disampaikan. "Seharusnya yang bersangkutan merasa statemennya tidak benar," tegasnya.

Sementara bakal calon Bupati Malang, Heri Cahyono menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada kuasa hukumnya. Heri menganggap wajar setiap intrik yang menyertai langkahnya menjadi calon Bupati Malang. "Sangat berat perjuangannya, tetapi saya senang," kata Heri.

Terkait validitas 72.000 dukungan KTP, Heri memastikan itu bisa dibuktikan. "Sikap Malang Jejeg ya, diproses melalui hukum," kata Heri.

Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva mengaku tidak mengetahui materi yang disampaikan Malang Jejeg. "Saya belum tahu materinya," kata George saat dihubungi via telepon WhatsApp.

George juga mengaku belum tahu pelaporan dirinya ke Polres Malang. Dan ia enggan berkomentar lebih jauh. "Jika sudah tahu saya akan memberi tanggapan," ujar George. ***

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved