Breaking News:

Gabung Grabkios, Omzet Toko Kelontong Sumarni Tambah 25 Persen

Grab telah meluncurkan Grabkios dan bermitra dengan pemilik toko kelontong. Ini hasil yang dirasakan pemilik toko kelontong

Foto: grab
Sumarni (42) merupakan pemilik Toko Jaya Merr Surabaya tergabung menjadi mitra GrabKios sejak 2019. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pandemi covid 19 membuat omzet toko kelontong Jaya milik Sumarni drop hingga dibawah 50 persen. Toko yang berada di kawasan Merr, Rungkut ini, sebelum pandemi hanya mengandalkan warga yang lewat dan tetangga sekitar toko saja.

"Begitu ada pandemi pertengahan Maret hingga akhir April, omzet turun sampai dibawah 50 persen. Padahal usaha ini, pendapatannya untuk biaya hidup, membayar satu pegawai, dan biaya kuliah anak saya Chica," kata Sumarni didampingi anaknya, Chica saat hadir dalam zoom meeting yang digelar Grab, Selasa (18/8/2020).

Selanjutnya Sumarni dibantu Chica gabung dengan grab menjadi mitra GrabKios. GrabKios merupakan salah satu fitur yang disediakan Grab agar warung tradisional dapat diakses secara digital.

Sumarni mengungkapkan manfaat yang didapat dari gabung GrabKios tersebut. "Dibantu anak saya, pakai hp saja, sudah ada tambahan pemasukan saat pandemi. Orang tidak harus datang, tapi belanja di tempat saya bisa lewat hp," ungkap Sumarni.

Karena dengan menggunakan GrabKios, Sumarni tidak hanya melayani pembelian produk kelontong yang tersedia di tokonya saja. Tapi juga melayani pembelian pulsa, bayar token listrik, dan tagihan lainnya.

"Omzet mulai naik sekitar 25 persen. Memang belum kembali seperti sebelum pandemi bisa 100 persen, tapi sekarang sudah mulai naik," tambah Chica.

Pesan barang belanjaan di toko Jaya pun bisa via GrabKios. Bahkan Sumarni pun saat kulakan barang tidak harus ke pasar atau ke toko grosir.

"Saya juga bisa pesan barang lewat hp," ujar Sumarni sambil tersenyum.

Diakuinya, menggunakan smartphone membuat Sumarni sempat kesulitan. Tapi karena sabar dan tekun, akhirnya dengan mudah Sumarni bisa mengoperasikan aplikasi lewat smartphone tersebut.

Akhirnya dengan omzet saat ini, usaha kelontong Sumarni tetap berjalan dan satu karyawannya tetap bekerja dan bisa mendapatkan gaji tanpa harus dipotong selama pandemi.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved