Breaking News:

Berita Banyuwangu

Ekspedisi Aksi 1000 Bunda, Kampanye Memerangi Kelaparan Singgah di Banyuwangi

Aksi 1000 Bunda dideklarasikan relawan Foodbank of Indonesia (FOI) di Banyuwangi serta di daerah-daerah lain.

surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Pembacaan deklrasi bebas kelaparan balita sebagai rangkaian Aksi 1000 Bunda di Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Aksi 1000 Bunda dideklarasikan relawan Foodbank of Indonesia (FOI) dan sekitar 500 balita di 45 titik wilayah kerja FOI, salah satunya Banyuwangi, Selasa (18/8).

Kampanye yang menyasar 50.000 anak ini berlangsung sejak 15 Agustus hingga 22 Desember 2020.

Deklarasi aksi ini dilakukan secara simbolis di Pandeglang, Jakarta, dan Banyuwangi diikuti para bunda di berbagai wilayah untuk membuka akses pangan dan memerangi kelaparan pada balita.

Rangkaian kegiatan Aksi 1000 Bunda untuk Indonesia ini diawali dengan Ekspedisi Merdeka 100% yang melalui 7 provinsi dan menempuh jarak lebih dari 2.500 kilometer.

Ekspedisi dengan menggunakan moda transportasi motor ini dimulai dari tanggal 15 Agustus dengan tujuan melakukan observasi lapang tentang pola makan balita dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi.

"Gerakan ini merupakan sebuah kampanye yang mengajak para bunda Indonesia (kader, paud, calon bunda, pakar, akademisi) untuk bergerak membuka akses pangan dan memerangi kelaparan pada balita di Indonesia untuk mencapai impian Indonesia Merdeka 100%" kata Founder FOI, Hendro Utomo, di Banyuwangi.

Dialog juga dilakukan dengan para relawan dan bunda mengenai isu kelaparan pada balita serta upaya yang dilakukan untuk memerangi kelaparan tersebut.

Adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia diperkirakan meningkatkan angka kemiskinan. 

Pandemi menyebabkan penghasilan masyarakat merosot drastis dan tentu menyebabkan gangguan akses pangan pada keluarga.

“Dari hasil observasi lapangan, situasi pandemi ini semakin mempersulit balita memperoleh akses pangan yang layak. Banyak balita kita yang mengalami kelaparan, gizi kurang, bahkan stunting. Kita harus bergerak bersama untuk memerdekakan balita Indonesia dari rasa lapar, sehingga dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan baik, karena balita adalah generasi penerus bangsa,” ungkap Hendro.

Hendro berharap kampanye dan aksi ini dapat menginspirasi semua pihak untuk turut berkolaborasi sesuai dengan bidangnya masing-masing demi mendukung balita yang merupakan masa depan Indonesia.

“Semoga kerjasama semua pihak dapat menghantarkan Indonesia mencapai impian merdeka, Merdeka 100 persen," tambah Hendro. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved