Breaking News:

Berita Malang Raya

ASN di Kota Batu Dituntut Tetap Produktif Meski Kerja Dari Rumah

Para ASN di Kota Batu mulai berdinas dari rumah atau work from home. Meski demikian, mereka dituntut tetap produktif.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Ilustrasi PNS mengenakan seragam Korpri 

SURYA.co.id | KOTA BATU – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Balaikota Among Tani per hari ini, Selasa (18/8/2020) mulai berdinas dari rumah atau work from home (WFH). Mereka akan berdinas dari rumah hingga Jumat (21/8/2020).

Meskipun bekerja dari rumah, para ASN harus tetap produktif dan efektif. Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Siswanto menerangkan, para ASN memiliki target-target kerja tertentu selama berdinas dari rumah.

Penugasan itu datang dari setiap kepala dinas masing-masing. Ia pun mengatakan, selama WFH target kerja yang diberikan pun harus bisa terpenuhi. Siswanto mencontohkan, di BKPSDM pegawai harus tetap mengerjakan pelaporan peningkatan gaji secara berkala. Tanda tangan elektronik diterapkan selama para ASN berdinas dari rumah.

“Kalau tidak memenuhi target, nanti tentu akan mendapatkan sanksi. Sanksinya macam-macam mulai dari yang ringan hingga yang berat,” ungkapnya, Selasa (18/8/2020).

Ia berharap kinerja pegawai Pemkot Batu tidak menurun selama berdinas dari rumah. Justru sebaliknya, bisa memanfaat kesempatan berdinas dari rumah dengan sebaik-baiknya.

“Sebenarnya ini bukan hal yang baru. Pegawai Pemkot Batu sudah melakukan WFH sejak April namun secara bergantian,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso sudah menginformasikan rencana berdinas dari rumah setelah ditemukannya 22 ASN positif Covid-19. Selain itu, Punjul juga menerangkan ada sembilan aparatur sipil negara (ASN) menjalani isolasi mandiri karena telah melakukan kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diterangkan Punjul, selama libur, seluruh ruang kerja di Balaikota Among disepmrpt desinfektan. Penyemprotan sebagai upaya sterilisasi karena telah tercatat puluhan ASN terkonfirmasi positif.

"Selama pengosongan, kami manfaatkan untuk sterilisasi seluruh ruangan. Kami juga meminta kepada sembilan ASN untuk melakukan isolasi karena kontak erat dengan yang terkonfirmasi," ujarnya.

Kebijakkan berdinas dari rumah tidak berlaku bagi para ASN yang berdinas di kantor desa atau kelurahan, lalu kantor kecamatan dan Puskesmas.

"Pelayanan di Balaikota Among Tani sudah standar operasional dalam penanganan Covid-19. Contohnya di Dispendukcapil itu sudah membuka pelayanan online,” terang Punjul.

Meskipun banyak ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun Punjul menyebut Balaikota Among Tani bukan klaster. Alasannya, karena para ASN tertular dari luar kantor.

“Bukan masuk klaster baru. Mereka terpapar di luar kantor," pungkasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, M Chori mengatakan, dengan mempertimbangkan Kepmenkes HK.01.07/Menkes//328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam mendukung Kelangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, salah satunya bahwa kebijakan kerja dari rumah dilakukan secara penuh hanya bagi ASN pada unit non pelayanan.

Ia melanjutkan, setelah itu disiapkan surat pernyataan bahwa selama kerja dari rumah, ASN tidak boleh keluar rumah atau harus diisolasi untuk tetap di rumah. Para ASN melaksanakan kerja di rumah dengan diikuti target kinerja atau hasil yang terukur. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved