Breaking News:

Berita Tuban

Ada Daging BPNT Busuk, Dinsos Tuban Tegaskan Tidak Diam di Balik Meja

Menurut Joko, semua perbaikan penyaluran BPNT butuh proses dan waktu lama untuk mengetahui alurnya

Penulis: M. Sudarsono | Editor: Deddy Humana
Ada Daging BPNT Busuk, Dinsos Tuban Tegaskan Tidak Diam di Balik Meja - demo-pmii-tuban-1.jpg
surya/mochamad sudarsono
Aktivis PC PMII Tuban berunjuk rasa di kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, atas temuan daging busuk BPNT, Selasa (18/8/2020).
Ada Daging BPNT Busuk, Dinsos Tuban Tegaskan Tidak Diam di Balik Meja - demo-pmii-tuban-2.jpg
surya/mochamad sudarsono
Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban, Joko Sarwono, menemui unjuk rasa aktivis PMII di kantornya, Selasa (18/8/2020)

SURYA.CO.ID, TUBAN - Unjuk rasa para aktivis PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tuban yang mereaksi temuan daging ayam busuk dalam penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT), ditanggapi tegas oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Selasa (18/8/2020)

Menjawab tuntutan dari para mahasiswa, Kepala Dinsos P3A setempat, Joko Sarwono menyatakanpihaknya telah menerjunkan tim di lapangan.

Ia juga menanggapi pernyataan para mahasiswa bahwa ada 250 KPM tidak menerima BPNT dan tidak menerima PKH..

Menurut Joko, semua perbaikan penyaluran BPNT butuh proses dan waktu lama untuk mengetahui alurnya.

"Kami tidak berdiam diri di balik meja, tetapi selalu melakukan evaluasi atas temuan lapangan," tegas Joko.

Ditambahkan Joko, dari hasil evaluasi setiap bulan selalu ada temuan terkait kualitas produk, baik komoditas supplier atau pun agen.

Apakah akan merombak atau mengganti agen BPNT, Joko menegaskan agen sudah dibentuk BNI.

Hanya, mekanismenya masih bisa dievaluasi total. Apakah nanti menggunakan suplier, diganti atau diperbaiki, atau hanya menggunakan agen.

"Nanti bisa by order, pra order. Bagaimana nanti akan mengarah kepada identifikasi apa saja yang dibutuhkan oleh KPM. Tentu ini akan menjadi evaluasi kami," pungkasnya.

Sedangkan dalam aksinya di Kantor Dinsos P3A di jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, para mahasiswa menyampaikan enam tuntutannya setelah adanya daging ayam busuk BPNT di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kamis (13/8/2020) lalu.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved