Breaking News:

Berita Lamongan

Alasan Desa Gondanglor Lestarikan Seni Jaranan meskipun Bukan Kesenian Asli Daerah Lamongan

Kesenian Jaranan, satu di antara sekian banyak kesenian tradisional yang masih cukup digemari masyarakat.

surya.co.id/hanif manshuri
Kelompok seni jaranan asal Desa Gondanglor yang semangat melestarikannya, hingga datangkan guru seni tari. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Kesenian Jaranan, satu di antara sekian banyak kesenian tradisional yang masih cukup digemari masyarakat.

Jaranan, yang jelas bukan kesenian asli Kabupaten Lamongan Jawa Timur, namun banyak kelompok kesenian jaranan yang tumbuh subur di wilayah Lamongan.

Desa Gondang Lor, Kecamatan Sugio, Lamongan, di antaranya masyarakatnya berupaya untuk menjaga kelestarian seni khas dengan atraksinya yang amat atraktif tersebut.

Pemerintah Desa Gondang Lor ini menunjukkan keseriusannya mempertahankan seni jaranan yang diwujudkan dengan memberikan pembinaan dan pelatihan kepada kelompok kesenian yang ada di desa setempat.

"Kita sampai mendatangkan guru tari," kata Kepala Desa Gonglor, Hardian Permana, Minggu (16/8/2020).

Mendatangkan guru tari adalah bukti keseriusan pihaknya untuk meningkatkan kemampuan seniman jaranan di desanya.

Kalau didampingi ahlinya, guru tari, maka kesenian jaranan itu akan selalu saja ada inovasi. Bahkan model tarinya juga bisa dipadu dari pengalaman dan kreasi sang guru tari.

Tak hanya mendatangkan guru tari, pemerintah desa juga memberikan bantuan berupa peralatan untuk kesenian jaranan.

"Mulai dari alat musik seperti Gendang, Saron, Gong besar dan kecil, hingga topeng serta barongan, " ungkapnya.

Herdian menilai bahwa kesenian jaranan merupakan aset yang harus dijaga.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved