Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Upacara HUT RI ke-75 Tetap Digelar di Grahadi, Peserta Terbatas dan Dentuman Meriam Diganti Sirine

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-75 akan tetap digelar

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memantau geladi resik upacara bendera memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke-75 di halaman Gedung Negara Grahadi, Sabtu (15/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-75 akan tetap digelar pada Senin (17/8/2020).

Namun lantaran masih ada di kondisi pandemi covid-19, upacara tersebut akan dilaksanakan secara terbatas baik dari segi pasukan, peserta maupun tamu kehormatan.

Selain itu sejumlah tradisi yang dilakukan saat upacara HUT RI yang ke-75 nantinya juga sebagian akan dihilangkan. Seperti dentuman sebanyak 17 kali dari meriam yang biasanya dibunyikan dari belakang Gedung Negara Grahadi akan diganti dengan bunyi sirine.

Sirine itu akan dibunyikan serentak di seluruh Indonesia pada pukul 10.17 WIB.

"Tetap ada upacara namun ada batasan-batasan. Surat edarannya dari Mensesneg juga sudah kami terima. Kami menganut itu pada prinsipnya," kata Khofifah saat memantau geladi resik upacara di halaman depan Gedung Negara Grahadi, Sabtu (15/8/2020).

Tamu kehormatan yang biasa turut hadir diundang juga dipastikan akan sangat dibatasi. Seperti veteran pejuang dan janda veteran pejuang tidak lagi diundang, melainkan utusan Gubernur Jatim yang akan datang memberikan tali asih ke rumah-rumah mereka.

"Seluruh warga Jawa Timur, di manapun berada kami mohon agar bisa menghentikan aktifitasnya sejenak pada pukul 10.17 hingga 10.20 WIB atau selama 3 menit saja, untuk mengheningkan cipta sambil berdoa dengan sikap tegap sempurna memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI," ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bahkan, untuk petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) hanya 10 orang, yang berasal dari Paskibraka Tahun 2019. Serta, pasukan upacara dan undangan yang sangat terbatas.

Pasukan upacara yang biasanya mencapai 1.200 orang, kini hanya 50 orang saja. Sedangkan undangan yang dulu berjumlah 3.500 orang, sekarang tinggal 120 orang saja.

Usai upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia, Gubernur Jatim dan Forkopimda langsung pindah masuk ke dalam Gedung Grahadi untuk mengikuti upacara secara virtual dari Istana Negara Jakarta.

"Di tengah suasana pandemi Covid-19, peringatan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI kita laksanakan dengan sederhana, namun tetap khidmat dan tertib," tegas Khofifah.

Ditambahkan, sesuai surat Mensesneg seluruh jajaran Polri dan TNI setiap daerah diminta untuk membantu keberhasilan pelaksanaan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75. Di antaranya, dengan memperdengarkan sirine atau suara penanda lainnya sesaat sebelum lagu Indonesia Raya berkumandang.

"Untuk itu, sekali lagi mari kita semua ambil sikap sempurna, berdiri tegak, untuk menghormati peringatan Detik-detik Proklamasi pada hari senen, 17 Agustus tahun 2020 dimulai jam 10.17 - 19.20 WIB, hening cipta sambil berdoa," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved