Breaking News:

UPDATE Kasus Djoko Tjandra, TS Selaku Pemberi Suap kepada 2 Jenderal Jadi Tersangka

Setelah menggelar gelar perkara, Bareskrim Mabes Polri menetapkan status Djoko Tjandra sebagai tersangka dugaan penuapan dan surat jalan palsu.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo. 

Dari Brigjen Prasetijo Utomo itulah, Djoko Tjandra bisa menemui pejabat di Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri yang membawahi NCB Interpol Indonesia.

Hingga akhirnya red notice Djoko Tjandra pun dihapus.

Pengusaha sekaligus teman Djoko Tjandra ini adalah Tommy Sumardi.

Tommy Sumardi adalah calon besan eks Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak.

Berikut paparan selengkapnya yang diungkap oleh Koordinator MAKI, Boyamin Saiman pada Senin (10/8/2020).

Boyamin menyebut, ada juga nama Rahmat S selaku Pengawas Koperasi Nusantara yang beralamat di Jakarta Selatan.

Ia diduga memiliki keterkaitan dengan tersangka Anita Kolopaking.

Boyamin menduga, pria tersebut diduga sebagai pihak yang mengajak Anita Kolopaking untuk menjadi pengacara Djoko Tjandra.

Kemudian, Viady Sutojo selaku Direktur Utama PT Mulia Graha Tata Lestari. Viady diduga tinggal di Jakarta atau Bali.

Boyamin mengatakan Viady merupakan rekan kerja Djoko Tjandra.

Keduanya disebut pernah bekerja sama.

Salah satunya pengalihan izin mendirikan bangunan (IMB) Hotel Mulia Bali atas nama Viady Sutojo yang sebelumnya atas nama Djoko Tjandra.

Sosok dan peran Tommy Sumardi

Boyamin mengatakan, Tommy Sumardi merupakan pihak swasta yang berdomisili di Jakarta.

Keterlibatan Tommy pada kasus pelarian Djoko Tjandra disebut Boyamin bermula pada April 2020.

"Saat itu, Tommy diduga meminta Brigjen Prasetijo Utomo untuk memperkenalkan dengan pejabat di Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri yang membawahi NCB Interpol Indonesia," kata Bonyamin.

Belakangan, NCB Interpol Indonesia diketahui memberitahu pihak Imigrasi bahwa red notice Djoko Tjandra telah terhapus dengan alasan sejak 2014 tak lagi diperpanjang oleh Kejaksaan Agung.

Tommy Sumardi merupakan calon besan eks PM Malaysia, Najib Razak.

Itu setelah anak perempuan Tommy Sumardi, Fitri Aprinasaari Utami yang merupakan politikus Partai Golkar, bertunangan dengan putra Najib Razak bernama Nazifuddin Najib.

Pertunangan antara Fitri dan Nazifuddin berlangsung di sebuah hotel di Jakarta pada 4 Mei 2019.

Pasangan tersebut rencananya akan menikah pada Desember.

“Djoko Tjandra ini diduga berteman baik dengan Najib Razak selama melarikan diri dan berbisnis di Malaysia,” ujar Boyamin.

Selain itu, sosok Tommy Sumardi diduga dekat dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Hal tersebut diketahui ketika sang anak Fitriani menelepon Tommy karena menjadi korban pengeroyokan pada Agustus 2017.

Saat menerima panggilan telepon dari Fitriani, Tommy Sumardi tengah bersama Setya Novanto.

Boyamin mengatakan, nama-nama mereka telah disampaikan melalui surat kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Daftar saksi-saksi ini diduga kuat terkait dengan tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo dan tersangka Anita Kolopaking.

“Mereka adalah saksi penting yang harus diperiksa dan dimintai keterangan terkait Joko Tjandra,” kata Boyamin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bareskrim Polri Tetapkan Djoko Tjandra sebagai Tersangka di 2 Kasus"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved