Breaking News:

Pilkada Tuban

Rekomendasi PAN untuk Pilkada Tuban Resmi Diberikan kepada Setiajit-Armaya

PAN akhirnya resmi memberikan rekomendasi dukungan kepada pasangan Setiajit-Armaya Mangkunegara untuk pilkada Tuban.

surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Bakal calon Bupati Tuban, Setiajit bersama Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) DPW PAN Jatim, Achmad Rubaie dan Ketua DPD PAN Tuban, Agung Supriyanto.  

SURYA.co.id, SURABAYA - Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya resmi memberikan rekomendasi dukungan kepada pasangan Setiajit-Armaya Mangkunegara untuk pilkada Tuban.

Dengan adanya rekomendasi tersebut, maka rekomendasi yang sebelumnya diberikan kepada pasangan Eko Wahyudi-Agus Maimun batal.

"Kemarin memang ada polemik. DPP mengeluarkan SK (Surat Keputusan) berjenjang," kata Ketua DPD PAN Tuban, Agung Supriyanto kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (14/8/2020).

SK yang termuat dalam form B1-KWK awalnya diberikan kepada Eko Wahyudi-Agus Maimun dengan tanggal 30 Juli. Berselang dua pekan berikutnya, DPP kembali menurunkan SK juga dalam form B1-KWK kepada Setiajit-Armaya Mangkunegara dengan tanggal surat 12 Agustus.

Kedua surat tersebut ditandatangani Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno. "Sebagaimana produk hukum pada umumnya, SK terbaru sekaligus menganulir SK sebelumnya," kata Agung.

"Dukungan PAN direvisi. Dari sebelumnya diberikan kepada Eko-Agus kini kepada Setiajit-Armawa," terangnya.

Agung enggan mengungkapkan alasan partainya mengubah arah dukungan. "Semua menjadi kewenangan DPP," katanya.

Ia hanya memastikan bahwa perubahan tersebut menjadi bagian dari dinamika yang lazim terjadi di pilkada. "Sebelum ada penetapan calon oleh Komisi Pemilihan Umum, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Ini bagian dari dinamika," katanya.

Ia juga menyebut bahwa Eko maupun Agus sudah mengetahui pengubahan rekomendasi tersebut. "Kami hanya pelaksana. Infonya, sebelum kami tahu soal pengubahan ini, Mas Agus sudah dipanggil DPP dahulu," katanya.

Lantas, bagaimana dengan rekan koalisi pengusung Eko dan Agus, Gerindra dan NasDem? "Kalau teman-teman (Gerindra dan NasDem) kecewa, kami sangat memahami," katanya.

"Namun, kami akui juga arus dinamikanya sangat cepat. Dari yang awalnya bersama-sama, kemudian seperti ini. Kami yakin ada kedewasaan politik dari teman-teman partai lainnya," kata Anggota DPRD Jatim ini.

Usai meninggalkan koalisi Gerindra dan NasDem, PAN akan bergabung dengan partai pengusung Setiajit-Armaya, PDI-P, PPP, PBB dan Hanura. Total koalisi lima partai ini mencapai 12 kursi.

"Kami siap menjalankan perintah dan mengamankan keputusan DPP. Dengan partai lainnya, sudah saling memahami dan sudah menyamakan persepsi sehingga dalam memenangkan calon insyallah tidak ada hambatan," tegasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved