Breaking News:

Virus Corona di Tulungagung

GTPP Tulungagung Bantah Ada Klaster Pembelajaran Luring, Proses Pembelajaran Masih Berlanjut

Bantahan ini dikeluarkan karena beredar berita yang menyebut, ada enam siswa SD dan dua guru yang terinfeksi virus corona.

surya.co.id/david yohannes
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung, dr Kasil Rokhmad. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung membantah ada klaster pembelajaran luar jaringan (Luring).

Bantahan ini dikeluarkan karena beredar berita yang menyebut, ada enam siswa SD dan dua guru yang terinfeksi virus corona.

Ketua GTPP Covid-19 Tulungagung, dr Kasil Rokhmad mengakui, ada siswa SD di Kecamatan Pagerwojo, ERZ (9) terinfeksi virus corona.

Namun kasus ini bukan disebabkan proses pembelajaran luring.

"Siswa ERZ ini tertular dari ayahnya. Dan tidak terbukti menulari teman-temannya," terang Kasil, Jumat (14/8/2020).

Kasil memaparkan, awalnya ada seorang warga Kecamatan Pagerwojo hendak bekerja sebagai pekerja migran ke Brunei Darusalam lewat PPTKIS di Kabupaten Ponorogo.

Saat proses skrining kesehatan, ternyata ia terkonfirmasi positif Covid-19.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke GTPP Covid-19 Tulungagung.

"Sesuai SOP, Dinas Kesehatan langsung melakukan tracing ke keluarganya. Hasilnya, anaknya terkonfirmasi positif," sambung Kasil.

Pengakuan ERZ, dia selama ini ikut pembelajaran luring.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved