Breaking News:

Berita Malang Raya

Polisi Bongkar Makam Korban Kecelakaan di Malang, Diduga Tewas Karena Penganiayaan

Polisi di Kota Malang membongkar makam remaja yang sebelumnya dilaporkan tewas kecelakaan. Polisi menduga mayat di dalamnya adalah korban penganiayaan

surabaya.tribunnews.com/kukuh kurniawan
Lokasi area pemakaman umum Janti, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Nampak dari kejauhan terlihat tenda berdinding terpal biru, yang merupakan tempat pembongkaran makam dan pemeriksaan jenasah, Kamis (13/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | MALANG - Penyidik Sat Reskrim Polresta Malang Kota membongkar sebuah makam di pemakaman umum Janti, kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (13/8/2020).

Kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, pembongkaran makam dilakukan karena polisi butuh melakukan otopsi terhadap mayat yang terkubur di dalamnya. 

"Jadi kami melakukan otopsi kepada jenazah yang telah dimakamkan. Otopsi dilakukan karena ada dugaan bahwa jenazah adalah korban tindak pidana penganiayaan," ujarnya.

AKP Azi Pratas Guspitu menyebut, jenazah yang hendak diotopsi adalah jenazah remaja 16 tahun berinisial RS, warga kecamatan Sukun. 

"Jadi awalnya korban diduga mengalami kecelakaan, lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia. Begitu korban telah meninggal, awalnya pihak keluarga menerima bahwa korban meninggal karena mengalami kecelakaan. Sehingga korban pun akhirnya dimakamkan," jelasnya.

Namun ternyata pihak keluarga mendapatkan kabar, bahwa korban diduga meninggal dunia bukan karena kecelakaan. Tetapi meninggal dunia karena dianiaya.

Pihak keluarga korban kemudian melaporkan hal itu ke Polresta Malang Kota. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Polresta Malang Kota. Kemudian berlanjut dengan melakukan pembongkaran makam dan otopsi jenasah.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa otopsi jenasah dilakukan langsung di tempat.

"Pemeriksaan jenasah dilakukan selama 6 jam. Dan hari ini, Kamis (13/8/2020) pemeriksaan sudah selesai dilakukan," jujurnya.

Namun dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan hasil pemeriksaan tersebut.

"Hasil pemeriksaan belum kami dapatkan, rencana besok kami koordinasi lagi (dengan tim dokter forensik). Diperkirakan hasil pemeriksaan akan keluar dalam waktu dekat," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved