Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pakar Epidemiologi Sebut Surabaya Belum Aman Meski Sudah Zona Oranye

Kota Surabaya masih rawan berubah kembali menjadi zona merah, karena daerah sekitarnya yaitu Kabupaten Sidoarjo masih merah.

Humas Pemprov Jatim
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri kegiatan Ekspose Hasil Survey Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di kawasan Surabaya Raya, di Balai Kota Surabaya, Rabu (12/8/2020) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga Surabaya, dr Windhu Purnomo mengatakan bahwa meski saat ini Kota Surabaya sudah turun status risiko penularan covid-19 dari zona merah menjadi zona oranye, namun bukan berarti Kota Surabaya sudah aman.

Dikatakan Windhu, Kota Surabaya masih rawan berubah kembali menjadi zona merah, karena daerah sekitarnya yaitu Kabupaten Sidoarjo masih merah.

Sehingg,a potensi penularan akibat mobilitas antar daerah masih berisiko membuat Kota Surabaya kembali merah jika tidak dijaga betul oleh segenap masyarakatnya.

Hal itu sempat disampaikan Windhu saat memberikan paparan dalam acara Ekspose Hasil Survey Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di kawasan Surabaya Raya, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, di Balai Kota Surabaya, Rabu (12/8/2020) malam.

Dalam kegiatan yang digagas oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto,dan juga jajaran pejabat dari Kabupaten Sidoarjo serta perwakilan lintas elemen.

"Kota Surabaya telah berganti menjadi zona oranye tapi belum aman. Sebelumnya pada tanggal 13-19 Juli Kabupaten Sidoarjo juga telah menjadi oranye tapi kemudian merah lagi. Surabaya dan Gresik sudah oranye, hal ini menjadi satu kemajuan dalam penanganan covid-19 di Jawa Timur khususnya Surabaya Raya," kata Windhu.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan, bahwa untuk Kota Surabaya yang kini sudah menjadi oranye, selama enam hari berturut-turut rate of transmission nya sudah di bawah angka 1.

Hal ini cukup menggembirakan dan harus tetap dijaga, agar bisa konsiten dan diturunkan sehingga nantinya angka pertambahan kasus bisa nol.

"Akan tetapi, dari prediksi penelitian kami, pertambahan kasus konfirmasi covid-19 di Surabaya masih naik. Kalau pertambahan kasusnya nol, maka grafiknya baru akan datar. Tapi prediksinya masih naik. Karena yang terjadi saat ini, setelah mencapai puncak harusnya kasusnya grafiknya turun tapi di sini tidak begitu," kata Windhu.

Selain itu ia juga menyinggung tentang penularan covid-19 pada usia anak-anak hingga remaja.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved