Breaking News:

Berita Nganjuk

KRONOLOGI Seorang Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas setelah Diduga Terpeleset di Sungai Widas

Warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk dikejutkan temuan sesosok mayat laki-laki mengambang di Sungai Widas.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Parmin
foto: polres nganjuk untuk surya.co.id
Sejumlah warga bersama relawan serta Polisi mengevakuasi tubuh Sobari yang tewas tenggelam di sungai Widas Nganjuk. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk dikejutkan temuan sesosok mayat laki-laki mengambang di Sungai Widas.

Belakangan diketahui, mayat laki-laki tersebut bernama Bari Cahyono (28) warga Desa Bukur Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara menjelaskan, temuan mayat tersebut diketahui pertama kali oleh seorang warga pencari rumput di tepi Sungai Widas.

Melihat ada sesosok mayat mengambang di air sungai, warga pencari rumput langsung memberitahukan ke warga lain dan melapor ke perangkat desa setempat.

"Perangkat Desa meneruskan laporan ke Polsek Patianrowo yang langsung mendatangi TKP sambil menunggu tim inafis Polres Nganjuk serta petugas medis," kata Rony Yunimantara, Kamis (14/8/2020).

Selanjutnya, dikatakan Rony Yunimantara, petugas kepolisian bersama tim relawan serta masyarakat mengevakuasi mayat dari sungai Widas.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap mayat, sejumlah warga mengenali mayat sebagai Bari Cahyono.

Hal itupun dipertegas oleh keterangan keluarga korban.

Petugas medis bersama tim inafis, menurut Rony, juga langsung melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

Di mana hasilnya tidak ditemukan adanya bekas luka penganiayaan. Namun ditemukan bekas luka terpeleset di kaki sebelah kiri korban.

"Disimpulkan sementara korban tenggelam hingga meninggal dunia setelah kakinya terpeleset terjebur ke sungai Widas," ucap Rony Yunimantara.

Berdasar keterangan pihak keluarga, tambah Rony Yunimantara, korban sempat meninggalkan rumah selama tiga hari tanpa diketahui kemana. Dan korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

"Keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. Jenazahpun diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tutur Rony Yunimantara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved