Breaking News:

Pilkada Serentak

Sejumlah Rekomendasi PKB di Pilkada Serentak di Jatim Akan Turun Jelang HUT RI

PKB bersiap menurunkan rekomendasi untuk Pilkada secara serentak di Jatim. Rencananya, rekomendasi akan disampaikan jelang peringatan HUT Ri.

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Penyerahan rekomendasi PKB kepada pasangan Mas Pung dan Mbak Titik di kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Jalan Raya By Pass Kananten, Kecamatan Puri, Sabtu (8/8/2020) sore. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersiap menurunkan rekomendasi untuk Pilkada secara serentak. Rencananya, rekomendasi akan disampaikan jelang Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang diperingati 17 Agustus mendatang.

"Rencananya, rekomendasi akan turun tanggal 16 Agustus. Itu pun masih tentative (bisa berubah). Sebab, masih ada yang perlu dimatangkan," kata Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Syaikhul Islam Ali kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (12/8/2020).

Pernyataan ini sekaligus meralat penjelasan pengurus DPW PKB Jatim yang menyebut sebagian rekomendasi akan turun lebih cepat. Yakni, pertengahan pekan ini.

Ia memaklumi munculnya pernyataan tersebut. "Pengurus wilayah harus segera memanaskan mesin. Semangat ini kewajiban. Namun, DPP tentu punya pertimbangan dalam menurunkan rekomendasi. Bagian dari startegi," kata Anggota DPR RI ini.

Ia melanjutkan bahwa di 19 daerah di Jawa Timur, PKB memiliki target tinggi. Menang 100 persen di 19 daerah penyelenggara pilkada.

Ditambah, calon tersebut harus dari Nahdlatul Ulama atau paling tidak berkontribusi terhadap NU. Untuk mewujudkan target ini, perlu startegi yang tak mudah.

"Ada beberapa daerah yang sudah disampaikan. Belum semuanya. Sisanya, kemungkinan serentak akan disampaikan dalam waktu tersebut," kata Anggota DPR RI dari dapil Jawa Timur 1 ini.

Ia menampik belum turunnya rekomendasi karena alotnya pembahasan di masing-masing daerah. "Bukan kendala, ini strategi," kata putra ulama terkenal asal Tulangan, Sidoarjo, KH. Agus Ali Mashuri atau (Gus Ali) ini.

"Prinsipnya, harus kompromi antar satu daerah dengan daerah lain. Kami akui Pilkada serentak menambah kerumitan," kata peraih suara terbanyak di antara caleg yang lain di dapil ini dengan 140.631 suara pada pemilu 2019 ini.

Dari sejumlah rekomendasi yang belum turun di daerah, PKB sebenarnya memiliki cukup kursi tanpa perlu koalisi. Misalnya, Sidoarjo, Tuban dan Lamongan.

Menanggapi hal tersebut, Gus Syaikhul menjelaskan bahwa ada sejumlah daerah lain yang terjadi kontradiksi sehingga mempertimbangkan kekuatan partai lain. "Di satu daerah kita harus berhadapan dengan partai A, di daerah lain kita harus berkompromi," katanya.

"Di sana kami butuh partai lain, di sini partai lain butuh kami. Ini saling keterkaitan dan harus ditata," katanya.

Pihaknya memastikan bahwa usai rekomendasi diturunkan, mesin partai akan segera bergerak. "Ditunggu saja. Jawa Timur harus sukses. Begitu DPP merekomendasikan, mesin bergerak," tegasnya.

Sebelumnya, DPW PKB Jatim menyebut rekomendasi Pilkada segera turun dalam waktu dekat. "Pada peringatan HUT-RI ke 75, DPP PKB akan menurunkan rekomendasi pilkada. Se-Indonesia, rencananya akan turun rekomendasi untuk 75 daerah," kata Sekretaris DPW PKB Jatim, Badrut Tamam kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (11/8/2020).

Wakil Ketua DPW PKB Jatim, Anik Maslachah mempertegas bahwa rekomendasi akan disampaikan di Jakarta, Rabu (12/8/2020). "Teknisnya, rekomendasi akan diberikan langsung oleh DPP di Jakarta," kata Anik ketika dikonfirmasi terpisah.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved