Breaking News:

Berita Surabaya

Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Pengamat Pendidikan: Guru Tidak Dituntut Masuk Setiap Hari

Melihat adanya potensi penyebaran Covid-19 di sekolah, Pengamat Pendidikan mengungkapkan sesungguhnya guru tidak dituntut harus masuk setiap hari

SURYA.CO.ID/Samsul Arifin
Pengamat Pendidikan Kota Surabaya, Martadi 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Melihat adanya potensi penyebaran Covid-19 di sekolah, Pengamat Pendidikan Kota Surabaya, Martadi mengungkapkan sesungguhnya guru tidak dituntut harus masuk setiap hari untuk memenuhi beban mengajar 24 jam.

Tetapi diperbolehkan Work From Home (WFH), yang penting proses pembelajaran tetap berjalan.

"Apalagi melihat SKB 4 menteri yang dirilis melalui SE Kemdikbud pada 7 Agustus 2020. Hal penting yang harus di pertimbangkan dalam pembelajaran di masa pandemi adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran," ujar dosen Universitas Negeri Surabaya ini, Rabu (12/8/2020).

Untuk mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan tentang guru.

Di mana guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu.

Tertuang dalam Kepmendikbud No 719/2030 ttg Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan pada kondisi khusus.

Sehingga guru dapat fokus untuk memberikan pelajarar interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam.

Meskipun dalam praktiknya, setiap daerah mengambil kebijakan yang berbeda, sesuai pertimbangan kondisi daerah masing-masing.

"Tetapi menurut saya jika ditemukan kasus guru yang positif Covid-19 di sekolah, maka seluruh sekolah harus di-lockdown untuk menghindari potensi penyebaran," tegas Martadi.

Sedangkan untuk langkah preventif, bisa saja diterapkan guru tidak harus setiap hari masuk, tetapi hanya masuk sesuai jadwal jam pembelajaran saja.

"Atau guru masuk dengan sistem shift, tetapi tetap wajibkan melakukan pembelajaran jarak jauh, boleh dari rumah atau di sekolah," lanjutnya.

Pasalnya, prinsip pembelajaran jarak jauh sebenarnya tidak mengharuskan guru harus masuk ke sekolah. Mengajar bisa di mana saja, dan kapan saja.

Meski mengajar dari rumah, selama proses pembelajaran bisa berlangsung dengan baik, guru harus tetap dianggap masuk.

"Untuk presensi bisa pakai sistem daring dan di monitor melalui jurnal atau logbook pembelajaran setiap hari. Atau setidaknya, perlu ada keluwesan bagi guru yg kondisi dirinya tidak fit, kondisi sekolah tidak kondusif maka tidak dipaksakan masuk, tetapi diberi kelonggaran untuk bisa bekerja, menjalankan pembelajaran dari rumah,"tegasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved