Breaking News:

Berita Malang Raya

Fakta Mencegangkan Penemuan Coban Jodho di Kabupaten Malang, Uang Rp 12 Ribu Hingga Kisah Asmara

Rombongan mendengar bunyi air yang deras dari arah ujung sungai, lalu melanjutkan perjalanan, mereka tercengang ketika melihat 4 air terjun yang indah

SURYA.CO.ID/Erwin Wicaksono
Jalan menuju wisata air terjun Coban Jodho di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Penemuan lokasi wisata air terjun Coban Jodho di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, identik dengan uang Rp 12 ribu.

Sejarah tersebut diungkapkan oleh Satsit (60), sesepuh Desa Ngadirejo.

Cerita bermula pada tahun 2015. Kala itu Satsit bersama 11 sahabatnya menjelajah hutan lereng Gunung Bromo.

Menyisir jalananan curam, rombongan mendengar bunyi air yang deras dari arah ujung sungai.

Penasaran, Satsit melanjutkan perjalanannya. Rombongan tercengang ketika menemukan 4 air terjun yang indah.

Bak disambar petir di siang bolong sambil keheranan, rombongan juga menemukan uang senilai Rp 12 ribu.

"Kami tiba-tiba menemukan uang Rp 12 ribu. Uang itu ada di dalam air yang tenang. Uangnya kertas dua ribuan, tapi tidak basah meskipun di dalam air," beber Satsit tercengang.

Untuk mengenang penemuan uang Rp 12 ribu, di sekitar sumber air terdapat sebuah wadah sumbangan yang bisa diisi uang Rp 2 ribu.

Pemberian nama Coban Jodho punya cerita unik.

Asalnya dari kisah asmara Mbah Sarmi dan Mbok Dara.

Dua sejoli itu diceritakan punya lahan perkebunan diatas Coban Jodho.

"Tepatnya dulu sebelum kemerdekaan. Ada lahan di atas Coban Jodho yang ditanami kubis dan kopi milik mbok Dara. Tak jauh ada perkebunan milik mbah Sarmi," jelas Satsit.

Karena punya nasib yang sama, dua sejoli itu akhirnya melenggang ke jenjang pernikahan.

"Keduanya berjodoh tinggal di situ sampai tua," tutur Satsit.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved