Persebaya Surabaya
Berita Persebaya Hari ini Populer: Bajul Ijo Belum Rapid Test, BNPB Berterima Kasih pada Bonek
Simak kabar terbaru seputar Persebaya Surabaya dalam Berita Persebaya hari ini populer edisi Rabu, 12 Agustus 2020.
Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
Penulis : Arum Puspita | Editor : Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Simak rangkuman kabar terbaru seputar Persebaya Surabaya dalam Berita Persebaya hari ini populer edisi Rabu, 12 Agustus 2020.
Berita Persebaya hari ini populer dimulai dari keputusan tim kebanggaan Kota Surabaya untuk tidak melakukan rapid test kepada para pemain.
Hal ini berbeda dengan langkah Arema FC dan Persik Kediri yang sudah melakukan rapid test beberapa kali.
Selanjutnya, wacana Persebaya Surabaya menggunakan Stadion Delta Sidoarjo, saat kompetisi lanjutan Liga 1 2020.
Adapula ucapan terima kasih BNPB kepada penggemar Persebaya Surabaya, Bonek, karena berjuang keras melakukan edukasi Tri Wani.
Berikut Berita Persebaya hari ini populer, Rabu (12/8/2020).
1. Alasan Persebaya Surabaya Tak Mau Ikuti Langkah Arema FC dan Persik Kediri
Lakukan Rapid Test
Manajemen Persebaya Surabaya secara tegas belum akan menggelar rapid test kepada anggota timnya kendati kompetisi liga 1 2020 dijadwalkan bergulir 1 Oktober mendatang.
Persebaya Surabaya tidak mau mengikuti langkah Arema FC dan Persik kediri yang sudah lebih dulu menggelar rapid test sebelum memulai latihan bersama di saat pandemi COVID-19 atau virus Corona berakhir.
Arema FC sudah menggelar rapid test pada 17 Juli, sebelum akjirnya memulai latihan bersama pada 3 Agustus lalu.
Selanjutnyam sebanyak 36 anggota tim Persik Kediri mulai pemain, pelatih, oficial dan manajemen Macan Putih telah menggelar rapid test, Senin (10/8/2020) kemarin.
Kedua tim tersebut diketahui melakukan tes cepat sejalan dengan rencana tim menggelar persiapan (latihan) terkait lanjutan Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang.
Sekretaris Persebaya Surabaya, Ram Surahman menjelaskan, Bajul Ijo belum menggelar rapid test karena pihaknya masih fokus menunggu detail protokol kesehatan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Dimana pada manager meeting terakhir, PT LIB selaku operator kompetisi belum memberikan jawaban utuh soal regulasi guna menjamin keselamatan anggota tim.
"Kita belum (rapid test). Posisi kita sekarang masih menunggu protokol kesehatan. Kita belum tahu protokol saat latihan seperti apa," kata Ram kepada TribunJatim, Selasa (11/8/2020).
Bentuk kekuatiran ini memang sejak lama disampaikan Persebaya. Maklum, ada resiko besar dengan keselamatan anggota tim bila digelar secara asal-asalan.
Ditambah status penyebaran covid-19 di Jawa Timur masih didominasi zona orange atau resiko sedang. Status tersebut juga berlaku untuk homebase Persebaya di Surabaya.
"Misal ditengah kompetisi ada yang terpapar itu seperti apa, SOP-nya bagaimana? apa semua harus dikarantina ? kalau karantina, lalu bagaimana pertandingannya?," ujarnya.
2. Respons Persebaya Surabaya terkait Wacana Gunakan Stadion Delta Sidoarjo pada Lanjutan Liga 1 2020
Persebaya Surabaya merupakan salah satu klub yang belum menyetorkan homebase kepada PT. LIB terkait lanjutan Liga 1 2020, 1 Oktober nanti.
Di samping belum sepakat ikut berkompetisi, markas Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam proses renovasi untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021.
Begitu juga untuk Stadion 10 November dalam tahap renovasi.
Persebaya alhasil muncul wacana coba menggunakan Stadion Delta Sidoarjo yang secara lokasi tidak jauh dengan Surabaya.
Lokasi tersebut juga cukup akrab untuk tim besutan Aji Santoso.
Pasalnya Stadion Delta Sidoarjo sering digunakan Persebaya Surabaya untuk menggelar latihan.
Mereka juga sempat memainkan laga final Piala Gubernur Jatim kontra Persija Jakarta.
Hasilnya manis, Bajul Ijo sukses meraih gelar juara di turnamen pra musim itu.
Terkait isu tersebut, Sekretaris Persebaya menanggapi bahwa pihak manajemen belum menentukan homebase.
Alasannya karena masih menunggu protokol kesehatan PT LIB.
"Sikap kita belum berubah, seperti yang kita sampaikan kemarin, masih menunggu detail protokol kesehatan," kata Ram Surahman kepada TribunJatim (grup surya.co.id), Selasa (11/8/2020).
Pada manager meeting terakhir pada Jumat (7/8/2020) memang ada perkembangan positif regulasi.
Namun, prihal protokol kesehatan belum tuntas dibahas.
Ram menambahkan, sampai saat pihaknya juga belum menerima informasi terkait manager meeting lanjutan yang memang sudah diagendakan PSSI dan LIB.
"Belum ada info (manager meeting)," tutupnya.
3. Surabaya Zona Oranye, BNPB Terima Kasih kepada Bonek dengan Gerakan Tri Wani-nya
Surabaya berhasil menunurunkan status dalam penanganan COVID-19.
Dari merah ke oranye. Artinya, risiko penularan COVID-19 di Kota Pahlawan turun dari tinggi ke sedang.
BNPB memberikan selamat kepada Surabaya atas prestasi itu. Terutama kepada Bonek yang sejak awal pandemi berjuang keras melakukan edukasi Tri Wani.
”Luar biasa, kerja keras Bonek langsung berbuah manis,” kata Arief Rosyid, koordinator Gugus Tugas Relawan Nasional COVID-19 BNPB.
”Terus semangat menggelorakan tri wani. Semoga mempercepat Surabaya bisa hijau kembali, seperti warna kebesaran Persebaya,” lanjutnya.
Tri Wani adalah gerakan yang diinisiasi Bonek untuk menangani COVID-19.
Meliputi wani pakai masker, wani cuci tangan, dan wani jaga jarak.
Gerakan itu lalu dideklarasikan di Surabaya dengan tema ”Bonek Wani Lawan COVID-19” pada
7 Juli 2020.
Deklarasi itu dihadiri oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Kapolda Jatim Irjen Pol Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Presiden Persebaya Azrul Ananda, Arief mewakili BNPB, dan perwakilan Bonek.
Bahkan, pada 16 Juli lalu Bonek dan Persebaya diundang berdiskusi oleh Kepala BNPB Doni Monardo.
Dalam pertemuan itu, Doni memberikan semangat kepada Bonek untuk lebih bersemangat dalam peran melawan COVID-19.
Deklarasi dan dukungan dari banyak pihak itu membuat Bonek kian allout melakukan tri wani. Ratusan ribu masker disumbangkan melelalui Bonek untuk dibagikan ke masyarakat.
Bonek juga aktif mengedukasi masyarakat untuk melakukan tri wani yang merupakan bagian utama dari protokol kesehatan COVID-19.
Dalam pantauan Pangdam Mayjen Widodo, gerakan yang dilakukan Bonek bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Misalnya masyarakat yang ada di gang-gang sempit.
”Di sana Babinsa maupun aparat pemerintah kota tidak bisa menjangkau, tapi Bonek bisa,” kata Widodo.
”Karena itu, kami siap membantu, apa pun kebutuhan teman-teman Bonek untuk menggelorakan tri wani,” lanjutnya.
Sampai-sampai Mayjen Widodo mempersilahkan Bonek untuk memanfaatkan armada yang ada di koramil untuk membantu gerakan.
Kebijakan itu disampaikan saat mendampingi Bonek bertemu dengan Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus.
Status Surabaya menurun menjadi oranye diumumkan sendiri oleh Ketua Tim Pakar Satuan Tugas COVID-19, Wiku Adisasmito.
Selain penambahan kasus positif yang semakin turun, perubahan status itu didukung tingkat kesembuhan dan
penanganan pasien yang semakin baik. (persebaya)
(Ndaru Wijayanto/Arum Puspita/Tribun Jatim/SURYA.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/makan-konate-saat-mengikuti-sesi-latihan-persebaya-surabaya-seblum-pandemi-covid-19.jpg)