Breaking News:

Berita Malang Raya

Bapenda Kota Malang Lakukan Pemetaan Potensi NJOP PBB di Kawasan Perkantoran

Tim khusus dari Bapenda Kota Malang memetakan potensi dan mengkaji NJOP PBB Perkotaan yang kini tengah disimulasikan.

ist
ilustrasi kawasan niaga, perkantoran dan industri di ruas Jalan Mayjend Sungkono Kota Malang 

SURYA.co.id | MALANG - Tim khusus dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang kini telah melakukan pemetaan potensi dan kajian penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi & Bangunan (PBB) perkotaan yang kini tengah disimulasikan.

Hal tersebut merespon dari arahan Tim Korsupgah KPK RI Wilayah VI, agar segera melaksanakan penyesuaian NJOP PBB perkotaan.

Khususnya di lokasi tertentu (non pemukiman) seperti kawasan bisnis, industri, niaga, komersial, perdagangan dan perkantoran yang ada di wilayah Kota Malang.

“Kami berkoordinasi dengan Bappeda untuk sinergi database secara geospasial dan pemetaan dengan sistem overlay peta block PBB kami terhadap peta RT RW maupun RDTRK pada koridor jalan tertentu yang mengalami perkembangan pesat, terutama untuk kawasan bisnis, perdagangan, jasa dan lainnya,” ucap Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT, Rabu (12/8).

Melalui sinergi itulah, kemudian ditemukan irisan wilayah dari data berbasis jalan menjadi data yang berbasis fungsi dalam rangka penyesuaian NJOP PBB.

Pemkot Malang sendiri terakhir kali melakukan penyesuaian NJOP PBB pada tahun 2016.

Untuk itu, sudah saatnya kata Sam Ade sapaan akrabnya, Pemkot Malang melaksanakan penyesuaikan NJOP PBB.

“Sebagai contoh saja, harga tanah atau rumah di ruas Jalan Soekarno Hatta dan kawasan sekitarnya nilainya sudah tinggi alias tidak bisa dibilang murah. Tapi faktanya NJOP kawasan sekitaran masih rendah. Kondisi demikian jelas perlu penyesuaian,” ucapnya.

Sam Ade menyampaikan, dari hasil kajian yang dilakukan dan fakta di lapangan memperkuat sinyal agar penyesuaian NJOP segera dilakukan.

Pasalnya, NJOP beberapa kawasan rupanya masih terlalu rendah, meski harga riil atau appraisal nya sudah tinggi.

"Nantinya kami akan mensimulasikan dalam format-format yang sudah diatur dengan UU, Perda dan Perwali Kota Malang, maka akan kami usulkan SK Kenaikan NJOP tersebut ke Walikota,"

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved