Breaking News:

Berita Bangkalan

Pemkab Bangkalan Tawarkan Potensi Investasi Pelabuhan Halal kepada Investor Singapura

Potensi investasi Halal Port dipresentasikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
surya.co.id/ahmad faisol
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan Ainul Gufron (kanan) ketika menghadiri Road to Indonesia Investment Day di Dyandra Convenction Hall Surabaya, Selasa (11/8/2020). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 telah menetapkan Kabupaten Bangkalan bersama Gresik, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan sebagai daerah percepatan pembangunan ekonomi di Jatim.

Dalam Masterplan Pengembangan Pelabuhan Surabaya Greater, Bangkalan diproyeksikan sebagai pintu gerbang utama ekspor-impor Jatim 2025 melalui Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan di Desa Tolbuk, Kecamatan Klampis.

Bahkan, di sekitar pelabuhan peti kemas berskala internasional itu akan didukung dengan Kawasan Khusus Madura (KKM) seluas 600 hektare.

Diproyeksikan, KKM meliputi kawasan industri dan pergudangan seluas 201 hektare, pergudangan seluas 161 hektare, perdagangan dan jasa seluas 78 hektare, dan kawasan permukiman seluas 159 hektare.

Melihat peluang itu, Pemkab Bangkalan berinisiatif membangun Halal Port atau Pelabuhan Halal di sekitar Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan.

Potensi investasi Halal Port dipresentasikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan Ainul Gufron secara daring kepada khalayak investor Singapura dalam Road to Indonesia Investment Day di Dyandra Convenction Hall Surabaya, Selasa (11/8/2020).

Ia mengungkapkan, Pemkab Bangkalan menawarkan pembangunan Halal Port di ring dua atau di luar lingkup program Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

"Halal Port paling cocok. Kami melihat potensi yang besar, Bangkalan sebagai pintu logistik dan gerbang ekspor-impor internasional," ungkap Ainul.

Ia menjelaskan, konsep halal saat ini tengah menjadi trend domestik maupun luar negeri. Seiring besarnya potensi bisnis industri produk halal seperti produk makanan-minuman hingga fashion.

"Di negara-negara Eropa terutama di Timur Tengah, logistik halal sudah menjadi suatu keharusan atau kebutuhan," jelasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved