Breaking News:

Berita Surabaya

Lewat Pertashop, Pertamina Bangun Titik-Titik Ekonomi Baru di Pedesaan Jatim

Untuk melayani kebutuhan konsumen BBM yang tidak/belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi Pertamina lainnya seperti SPBU

surya/sri handi lestari
Salah satu Pertashop Pertamina yang ada di pedesaan di Jatim 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatim Bali Nusa Tenggara mulai agresif menggencarkan pembangunan Pertashop di sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim). Kehadiran Pertashop yang merupakan kependekan dari Pertamina Shop, sudah menjadi pusat ekonomi baru di pedesaan.

Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR V, Rustam Aji menjelaskan, Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil. "Untuk melayani kebutuhan konsumen BBM yang tidak/belum terlayani oleh lembaga penyalur resmi Pertamina lainnya seperti SPBU,” kata Rustam.

Saat ini sudah ada 39 titik Pertashop di Jatim. Selain BBM, Pertashop juga menyediakan produk unggulan Pertamina lain seperti LPG Bright Gas dan juga produk-produk Pelumas.

Program sinergi ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan PT Pertamina (Persero) per 18 Februari 2020 tentang Dukungan Pemerintah dan Masyarakat Desa dalam Peningkatan dan Pengembangan Program Pertashop di Desa.

Hal ini dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan BBM di desa, terutama di 53 persen kecamatan di Indonesia yang belum terjangkau akses SPBU dengan memanfaatkan asset desa.

“Pertamina akan membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk melayani masyarakat dengan memperluas jaringan distribusi dan aksesibilitas masyarakat terhadap energi yang menjadi salah satu bagian penting kehidupan sehari-hari," ungkap Rustam.

Selain itu pembangungan Pertashop diprioritaskan untuk daerah-daerah yang belum terjangkau SPBU, dengan tetap mengedepankan aspek HSSE.

Rustam menambahkan bahwa pembangunan Pertashop di Jatim, dan total telah teralisasi 46 titik di wilayah Jatimbalinus (Jatim-Bali-Nusa Tenggara) dari target 82 titik yang ditetapkan oleh Kemendagri pada 2020.

Kepala Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Siswanto mengungkapkan, Pertashop di desanya merupakan crash program dari Pertamina yang dibuka sejak 20 Mei 2020.

Untuk pengoperasionalnya, pihaknya menggandeng mitra dari PT Mitra Bumdes Nusantara yang merupakan kerjasama 7 BUMN yaitu Perum BULOG, Danareksa, Pertamina Retail, PPI, RNI, PIHC, dan PTPN 3. Volume penjualan perhari sejak dibuka rata-rata 420 liter per hari.

“Masyarakat sangat senang dengan dibukanya Pertashop, karena dapat membeli Pertamax dengan harga sama di SPBU,” jelas Siswanto.

Nantinya selain Pertashop, juga dibangun semacam kawasan pertokoan di mana masyarakat dapat berjualan barang-barang kebutuhan pokok dan potensi desa lainnya.

Diharapkan adanya Pertashop ini dapat menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Desa (PAD) di masa yang akan datang dan mendorong perekonomian dan kesejahteraan desa. ***

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved