Breaking News:

Berita Malang Raya

DPRD Batu Desak Proyek Perumahan di TKD Dihentikan

Dari hasil inspeksi, Pemkot Batu melalui Satpol PP akan menutup dan memberhentikan aktivitas pembangunan.

surya/benni indo
Pembangunan jalan menuju proyek perumahan Uptown Hills Residence yang ditengarai melintasi di atas lahan kas desa, Selasa (11/8/2020). 

SURYA.CO.ID, KOTA BATU - Anggota DPRD Kota Batu merekomendasikan kepada pemkot agar menutup dan menghentikan pembangunan perumahan UHS yang yang berlokasi dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tlekung.

Karena dari inspeksi yang menindaklanjuti keluhan kepala desa (kades) setempat, proyek UHS dilakukan di lahan tanah kas desa (TKD). Sedangkan Pemdes Tlekung belum mengetahui atau memberikan izin kepada pihak pengembang.

Kades Tlekung, Mardi menjelaskan, jalan yang digarap oleh pengembang adalah bagian dari tanah kas desa (TKD). Proyek tersebut sejauh yang ia ketahui sudah berlangsung sejak 1,5 tahun lalu.

Pemberhentian dilakukan karena proyek dikerjakan di lahan milik desa. Sedangkan Pemdes Tlekung belum mengetahui atau memberikan izin kepada pihak pengembang.

“Sejak saya menjabat kades, jalan ini sudah dibangun tetapi ini kan TKD. Dan luasnya saya tidak tahu karena belum diukur,” ujar Mardi saat inspeksi bersama anggota DPRD Batu, Satpol PP, dan pihak Kecamatan Junrejo.

Dari hasil inspeksi, Pemkot Batu melalui Satpol PP akan menutup dan memberhentikan aktivitas pembangunan.

Di depan jalan proyek yang sedang dikerjakan, terpasang reklame besar promosi proyek perumahan. Di reklame tersebut, ada tulisan Samara Group. Kemudian perumahan diklaim 100 persen syariah dengan iming-iming proses transaksi tanpa bank, tanpa bunga, tanpa denda bahkan tanpa asuransi.

Mardi memastikan kalau pihak pengembang belum datang ke Pemdes Tlekung, jadi pihaknya juga belum memberi izin. “Memang belum izin, saya ditanya sama dinas dan dewan. Aktivitas di sini sudah ada sejak saya menjabat, tetapi putus-putus dan tidak lancar,” terangnya.

Mardi kesulitan menghubungi pihak pengembang. Pernah bertemu pemborong di lokasi, namun yang ditemui selalu berganti dari waktu ke waktu.

“Dulu pernah kami tanyakan ke pemborong, tetapi pemborongnya gonta-ganti. Kesepakatan semua pihak, mau ditutup sementara, biar ada koordinasi dengan pengembang. Supaya mereka bisa menemui kami karena ada yang mau saya sampaikan,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved