Breaking News:

Calon Ketum Amphuri HM Fauzan Kamil Kampanye Dua Program ini di Surabaya jelang Munas di Kota Batu

HM Fauzan Kamil, Wakil Ketua Bidang Umroh ini melakukan sosialisasi dan pengenalan program di DPD Amphuri Jatim, Selasa (11/8/2020).

surya.co.id/sri handi lestari
HM Fauzan Kamil (kanan) wakil ketua DPP Amphuri mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum Amphuri yang akan dilakukan bersamaan dengan Munas Amphuri di Kota Batu pada September¬†2020. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri)  September 2020 di Batu, salah satu calon ketua umum menggelar roadshow di Surabaya.

HM Fauzan Kamil, yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Umroh ini melakukan sosialisasi dan pengenalan program di DPD Amphuri Jatim, Selasa (11/8/2020).

Dalam sosialisasi tersebut, Fauzan mengaku pihaknya telah menyiapkan program kerja organisasi, yang salah satunya adalah market place penjualan online, yang disiapkan dengan nama am-store.

"Hal ini untuk mewadahi para anggota Amphuri yang selama menunggu dibukanya kembali layanan umroh oleh pemerintah Arab Saudi, banyak yang membuka usaha baru. Seperti berdagang produk kesehatan dan makanan minuman," jelas Fauzan, di sela acara yang harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat tersebut.

Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, para anggota Amphuri saat ini banyak yang berkreasi ke bisnis lainnya dengan melibatkan para karyawannya. Langkah itu dilakukan mengingat kegiatan terkait penjualan jasa umroh masih terhalang pandemi.

"Alhamdulillah tidak ada anggota yang harus gulung tikar seperti menjual perusahaan jasa nya atau lain-lain. Bahkan jamaah umroh yang sudah terdaftar dan seharusnya siap berangkat sejak Februari 2020 lalu, juga masih setia menunggu," ungkap Fauzan.

Diakui Fauzan, ada lebih dari ribuan calon jamaah umroh yang menunggu dibukanya kembali perjalanan umroh oleh pemerintah Saudi. Jumlahnya lebih besar dibanding yang minta refund biaya.

Menurut Fauzan, yang refund biaya tetap ada, di kisaran 5-7 persen dari jumlah pendaftar.

"Mayoritas bersedia menunggu dan paham dengan kondisi yang ada. Informasi yang kami dapatkan kemungkinan umroh akan dibuka kembali 1 Rabiul Awal atau pada 18 Oktober," jelas Fauzan.

Diakui Fauzan, banyak anggota Amphuri yang tidak bisa memberikan refund karena uang setoran dari jamaah sudah dipakai untuk biaya-biaya, seperti biaya visa, booking pesawat, dan booking hotel serta layanan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved