Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

OPMS Berharap Reborn di Semester II dengan Lakukan Diversifikasi Produk

Imbas perang dagang dan pandemi covid 19 cukup membuat kinerja PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk di semester I anjlok.

surya.co.id/sri handi lestari
Jajaran Direksi PT OPMS seusai RUPS 2019 dilanjutkan dengan paparan publik, Senin (10/8/2020).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Imbas perang dagang dan pandemi covid 19 cukup membuat kinerja PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk di semester I anjlok.

Perseroan bahkan dengan kode saham OPMS, itu sudah mengalami penurunan pendapatan di tahun 2019.

"Tahun 2019 kami turun karena imbas perang dagang China - Amerika Serikat (AS). Berlanjut di tahun 2020 ditambah pandemi," kata Meilyna Widjaja, Direktur Utama (Dirut) OPMS saat publik expose, Senin (10/8/2020).

Meskipun mencatatkan kinerja yang negatif di semester I, namun di semeter II ini, pihaknya siap tancap gas untuk bisa membalikkan kinerja.

"Paling tidak yang minus itu akan kembali positif di semeter II ini. Kami masih optimis dengan peluang-peluang yang ada di 2020 ini," ungkap Meilyna.

Peluang-peluang itu antara lain, di sektor industri logam dasar, yang meliputi industri logam/baja domestik sedang
diupayakan dan proses untuk terus berkembang.

Kemudian peluang kebutuhan bahan baku besi, untuk manufaktur, proyek infrastruktur nasional, dan kebutuhan besi berkualitas.

"Selain itu juga adanya eksositim pasar yang memberi peluang impor besi berkurang, adanya proyek strategis nasional seperti infrastruktur, tol laut dan lainnya," tambah Hendry, Direktur Operasional OPMS.

Perusahaan yang menjadi pionir besi scrap kapal bekas di Indonesia itu juga melakukan diversifikasi produk.

Penjualan-penjualan sparepart dan non ferrous (seperti scrap  kuningan tambaga dan aluminum), yang dilakukan dengan cara penjualan online dan beberapa bahan bangunan seperti besi beton untuk proyek-proyek.

"Hal ini dapat dilihat dimana pencapaian kuartal 1 tahun 2020 meskipun volume penjualan perseroan  lebih rendah dibanding dengan Q1 tahun 2019 tetapi prosentase laba bersih perseroan meningkat 126,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama," jelas Alan Priyambodo Krisnamurthi, Direktur Keuangan OPMS.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved