Breaking News:

Pelabuhan Tanjung Perak

Kapal Raksasa Muat Ribuan Ton Pakan Ternak Sandar di Teluk Lamong, Terbesar Sejarah Tanjung Perak

Kapal berbendera Hongkong ini memuat 71.582 ton pakan ternak dari Brasil dan dibongkar sekitar tujuh hari di Terminal Teluk Lamong.

Foto:terminal teluk lamong
Kapal curah raksasa MV Great Glen sedang sandar di Terminal Teluk Lamong, Senin (10/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapal curah kering berbobot mati 93.251 Ton, MV Great Glen, sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL).

Kapal berbendera Hongkong ini memuat 71.582 ton pakan ternak dari Brasil dan dibongkar dalam waktu sekitar tujuh hari di pelabuhan tersebut.

"Ini merupakan kapal curah kering dengan muatan terbesar sepanjang sejarah pelabuhan Tanjung Perak," kata Faruq Hidayat, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, Senin (10/8/2020).

Sebuah terobosan baru dari Pelindo III untuk membuat sistem bongkar curah kering terintegrasi dan ramah lingkungan sehingga mempercepat waktu pelayanan.

“Proses pelayanan kapal TTL berbeda karena memiliki standar internasional dan peralatan canggih yang mempercepat proses bongkar muatan,” kata Geng Jun, Master Kapal MV Great Glen.

Sejak 2010, MV Great Glen melayani muatan curah asal Amerika Latin tujuan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Kapal sepanjang 229,2 meter ini menempuh perjalanan 20 hari dari Brasil ke Indonesia untuk melakukan bongkar muatan soybean meal atau bubuk kedelai di Terminal Teluk Lamong.

Soybean meal merupakan bahan utama pakan ternak. Industri pakan ternak di Jawa Timur (Jatim) memang cukup banyak dan besar.

Sebelum MV Great Glen, beberapa kapal curah kering internasional berukuran raksasa telah sandar dan melakukan pelayanan di Terminal Teluk Lamong.

MV Julius Olendorff asal Portugal bermuatan 60.000 ton, MV Medi Serapo asal Liberia bermuatan 68.597 ton , dan MV Olympic Gemini asal Yunani.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved