Breaking News:

Berita Bondowoso

Jalur Punggung Naga di Gunung Piramid Bukan Untuk Pendaki Pemula, Pemkab Bondowoso Berencana Menutup

Pemkab Bondowoso berencana menutup jalur punggung naga yang menuju puncak gunung Piramid karena sudah 2 kali memakan korban nyawa.

dok.pos SAR Basarnas Jember/dok.surya
Proses evakuasi pendaki Arik Multazam dari Gunung Piramid, Bondowoso. Pemkab Bondowoso akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk menutup jalur pendakian ke gunung tersebut. 

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Dua pendaki telah menjadi korban keganasan jalur punggung naga yang merupakan jalur menuju puncak Gunung Piramid di Bondowoso. 

Sebelumnya, Siswa SMP Negeri 4 Bondowoso, Thoriq Rizki Maulidan (14) terjatuh ke jurang saat menuruni jalur Punggung Naga pada Minggu 23 Juni 2019. Namun, dari hasil autopsi, Thoriq meninggal dunia karena kelelahan kemudian pingsan usai mendaki puncak Gunung Piramid.

Kemarin, Minggu 9 Agustus 2020, Arik Multazam (18) siswa SMA 1 Tenggarang, Bondowoso meninggal dunia usai terpeleset di jalur Punggung naga. Kala itu, Multazam berniat kembali ke tenda setelah berfoto di puncak Gunung Piramid. Namun nahasnya, ia terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.

Jalur menuju puncak Gunung Piramid yang biasa disebut punggung naga sangatlah ekstrem. Bagian kiri dan kanan jalur punggung naga tebing curam dan jurang.

Akses jalan di punggung naga hanya jalan setapak yang sempit. Biasanya, pendaki akan ngesot atau merangkak kala melewati jalur tersebut.

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan Gunung Piramid memang berbahaya bagi pendaki pemula. Sebab, Gunung Piramid memiliki jalur yang berbahaya, yakni Punggung Naga.

Oleh sebab itu, sebetulnya, pihaknya telah melakukan penutupan dengan portal di pintu masuk jalur pendakian. Penutupan dilakukan, 2019, usai kejadian meninggalnya Thoriq.

"Namun, pada kenyataanya memang masih banyak yang masuk ke Gunung Piramid untuk mendaki. Jalurnya sangat ekstrem sehingga butuh keahlian khusus," katanya, Senin (10/8).

Peristiwa meninggalnya pendaki di Gunung Piramid yang terulang kembali ini menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandowoso. Ke depan pihak Pemkab akan berkoordinasi dengan Perhutani untuk menutup akses ke Gunung Piramid.

Namun, apabila Gunung Piramid memang dibuka untuk wisata, pihaknya akan menyiapkan pemandu wisata yang tentunya andal. Pihaknya juga bakal menggelar simulasi pendakian Gunung Piramid terlebih dahulu.

"Itu supaya pendaki betul-betul aman saat ke Gunung Piramid," ucapnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat yang hendak mendaki Gunung Piramid perlu mempunyai keahlian lebih. Mental dan kesehatan pendaki juga harus dalam kondisi baik.

Selain itu, sebaiknya para pendaki didampingi oleh pemandu yang berpengalaman. Itu agar kejadian serupa tak kembali terulang.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Multazam. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan keikhlasan," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved