Breaking News:

Berita Malang Raya

Wali Kota Batu Tegaskan Tak Ada Alasan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Ia berharap masyarakat dapat memahami dan bersabar atas kondisi yang tengah dihadapi bersama ini.

surya/dok
Kegiatan belajar mengajar tatap muka di SDN 4 Gunungsari Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU – Berbeda dengan Kota Malang yang merencanakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19, maka Pemkot Batu tidak terburu-buru menormalisasi kegiatan belajar mengajar (KBM) langsung karena masih berstatus zona merah.

Karena status yang masih berbahaya itulah, KBM secara tatap muka di Kota Batu belum bisa dilaksanakan berdasarkan data dari Pemprov Jatim per 8 Agustus 2020. Dan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menegaskan bahwa KBM tatap muka bisa dilakukan jika sudah zona hijau.

"Karena masuk kategori zona merah, maka pembelajarannya harus secara daring. Tidak ada alasan apapun sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka," tegas Dewanti, Minggu (9/8/2020).

Demi keselamatan bersama, Pemkot Batu sangat mewanti-wanti agar pembelajaran tatap muka tidak dilakukan ketika masih zona merah. Ia berharap masyarakat dapat memahami dan bersabar atas kondisi yang tengah dihadapi bersama ini.

Dewanti mencontohkan kasus di Tegal, meski masuk zona hijau, namun ada kasus seorang murid yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Waktu tatap muka di sekolah, ada murid yang terkonfirmasi positif Covid-19. Itulah yang kami tidak inginkan," tambah Dewanti.

Informasi yang diterima Dewanti dari dokter, jika anak-anak mengalami infeksi paru-paru akibat Covid-19, maka kondisinya akan rusak dan tidak bisa normal kembali. Hal itu sangat dihindari karena anak-anak adalah generasi penerus.

"Kalau anak kecil memiliki masa depan panjang, itu harus kita pikirkan. Beda dengan kita, itu yang harus kita pikirkan, terpenting menjaga mereka," imbuhnya.

Berbeda dengan SDN 4 Gunungsari di Kecamatan Bumiaji. Di tempat tersebut tetap diberlakukan tatap muka. SDN 4 Gunungsari mendapat perlakuan khusus karena muridnya sedikit dan lokasinya jauh dari jangkauan internet.

"Namun semua kita perhatikan, mulai protokol kesehatan ketat sehingga tidak terjadi masalah. Kendala di sana yaitu jaringan internet," kata Dewanti.

Jubir GTPP Covid-19 Kota Batu, M Chori menerangkan, kondisi siswa SDN 4 Gunungsari berbeda dengan siswa lain di Kota Batu sehingga membutuhkan perhatian khusus dan pendampingan dari para guru selama KBM.

Selain itu jumlah muridnya tidak banyak yaitu hanya 44 siswa dari semua kelas , mulai kelas 1 sampai kelas 6.Selama kegiatan pembelajaran dengan tatap muka, selain menerapkan protokol kesehatan. ***

Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved