Breaking News:

Sinopsis Film

Update Kasus Fetish Kain Jarik: Pengakuan Gilang Bungkus hingga Kondisi Terbarunya Setelah Ditangkap

Berikut update kasus fetish kain jarik yang dilakukan Gilang Bungkus. Ada pengakuan hingga kondisi terbarunya.

ist
Gilang (paling kiri) saat dijemput polisi di kediaman pamannya di Kalimantan Tengah. 

Penulis : Arum Puspita | Editor : Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Kasus fetish kain jarik yang dilakukan oleh Gilang Bungkus kini memasuki proses hukum.

Sebelumnya, Gilang Bungkus ditangkap di Jalan Cilik Riwut, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2020) sore. 

Kelainan Gialng Bungkus yang tertarik secara seksual dengan orang berselimut atau Bungkus kain ternyata sudah dialami sejak kecil.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, saat press rilis tersangka Gilang Fetish Kain Jarik, Sabtu (8/8/2020) siang.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, saat press rilis tersangka Gilang Fetish Kain Jarik, Sabtu (8/8/2020) siang. (surya.co.id/febrianto ramadani)

Berikut update kasus fetish kain jarik yang dilakukan Gilang Bungkus

1. Sejumlah Saksi Dimintai Keterangan

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, menuturkan, ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan oleh kepolisian.

Tentunya, berkoordinasi dengan tim Help and Counselling Center Unair, serta beberapa ahli pidana, ahli ITE, Ahli Bahasa hingga Fakultas Ilmu Budaya.

"Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 27 ayat (4) Juncto pasal 45 ayat (4) dan atau pasal 29 Juncto pasal 45B UU 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 335 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara," ujarnya dalam konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Sabtu siang (8/8/2020).

"Ini dihadapkan pada dugaan tindakan tersangka yang sengaja melakukan pemerasan dan mengancan kepada korban melalui elektronik," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved