Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

KSOP dan SMT Tandatangani Kerjasama Kegiatan Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan di Gresik

PT Siam Maspion Terminal (SMT) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Gresik menandatangani perjanjian konsesi.

surya.co.id/sri handi lestari
Dirjen Hubla Kemenhub Agus Purnomo dan CEO Maspion Group Alim Markus menyaksikan penandatanganan perjanjian konsesi kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan oleh Totok Mukarto, Kepala Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan Direktur PT SMT Marianus Oei, di Surabaya, Sabtu (8/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Siam Maspion Terminal (SMT) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Gresik, menandatangani perjanjian konsesi kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan di Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

Dengan konsesi selama 43 tahun tersebut, share keuntungan 2,5 persen untuk KSOP Kelas II Gresik.

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ir Agus Purnomo, mengatakan, dengan adanya konsesi ini,  mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja.

"Kami harap pelabuhan di Indonesia bisa efisien dibandingkan dengan negara lain. Sehingga bisa lebih kompetitif," kata Agus, usai menyaksikan penandatanganan yang dilakukan Totok Mukarto, Kepala Kantor Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik dengan Direktur PT SMT Marianus Oei.

Hadir dalam kegiatan itu, CEO Maspion Group Alim Markus. PT SMT merupakan perusahaan Joint Venture antara PT Maspion Investindo (Maspion Group) dengan SCG Chemical Pte Ltd (SCG Group Thailand).

"SMT merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang pertama dari swasta. Kami telah memiliki ijin usaha sebagai BUP sejak tahun 2010 dan diperbarui pada tahun 2018," kata Alim Markus.

Kemudian mengajukan kepada Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan konsesi melalui penunjukan.

Pada  4 Desember 2019 mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan Nomor Al 203/2/9 PHB 2019 perihal Persetujuan PT SMT sebagai Pelaksana Kegiatan Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan pada Terminal Siam Maspion di Pelabuhan Gresik.

PT SMT sampai saat ini memiliki rata-rata kapasitas operasionalnya mncapai 4,5 juta ton per tahun yang terdiri dari 65 persen curah kering dan general cargo serta 35 persen curah cair dan gas.

"Selanjutnya dengan konsesi ini kami juga siapkan lapangan penumpukan untuk kontainer. Target jangka panjangnya, dalam 10 tahun kedepan bisa melayani hingga 3 juta teus," ungkap Alim Markus.

Sebagai pendukung, saat ini pihaknya telah memiliki kawasan industri di Gresik. Yaitu Maspion Industrial Estate di Manyar, Gresik.

Kemudian Alim juga mengembangkan kawasan industri baru di Sidoarjo, yang berada di Kecamatan Jabon.

"Jadi kami ada dua kawasan industri di Gresik dan Sidoarjo. Halnini merupakan upaya kami untuk ikut serta meningkatkan perekonomian Indonesia. Terutama pasca pandemi ini," ungkap Alim Markus.

Selanjutnya dengan konsesi ini, SMT juga akan melakukan pengembangan kapasitas. Direktur PT SMT Marianus Oei, menambahkan, pengembangan kapasitas layanan kepelabuhanan PT SMT akan terus ditingkatkan sesuai dengan proyeksi pengembangan dalam perhitungan konsesi PT SMT.

"Salah satunya pengembangan lapangan kontainer tersebut, yang bekerjasama dengan Dubai Port World untuk mengembangkan Terminal Kontainer di wilayah Gresik," tandas Marianus.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved