Breaking News:

Citizen Reporter

Edukasi Digital untuk Menjual Hasil, Tim Peneliti UM Malang Terima Dukungan Dana Kemenristek

Tim Peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menerima Dukungan Pendanaan Tahap II melalui penetapan Menteri Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Foto: istimewa
Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan, kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap). 

SURYA. co.id | Tim Peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menerima Dukungan Pendanaan Tahap II melalui penetapan Menteri Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat (10/7/2020) secara daring.

Pendanaan itu merupakan salah satu program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 dari Kemenristek BRIN terkait Riset dalam Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan, kegiatan Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 hanya bisa berhasil dilakukan dengan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.

“Dalam hal ini, kolaborasi dan sinergi dalam Litbangjirap merupakan sesuatu yang mutlak dan tidak bisa ditawar,” ungkap Bambang.

Beriringan dengan hal ini, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Rionald Silaban menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

Itu sebagai wujud nyata dalam percepatan dan penanganan Covid-19.

UM mendapatkan dukungan Pendanaan Tahap II pada dua proposal penelitian yang diusulkan. Proposal itu adalah Locahubie:

Pengembangan Pasar Lokal Secara Gotong Royong Melalui Inovasi E-Commerce untuk Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan di Masa dan Pasca-Covid-19 (Produk Herbal, Tanaman Obat, Makanan dan Alat Kesehatan).

Proposal itu diketuai oleh Heri Pratikto. Proposal kedua adalah Pengembangan Sistem Monitoring Produktivitas Tanaman Pangan yang Dibutuhkan Masyarakat dan Proses Delivery System Secara Social/Physical Distancing pada Masa Covid-19 yang diketuai oleh Muhammad Ashar.

Muhammad Ashar menyampaikan, garis besar proposal pertama yaitu berkaitan dengan produk inovasi pengembangan pasar lokal secara gotong royong yang dapat membantu edukasi digital pada masyarakat UMKM. Itu dilakukan dalam menjual produk mereka secara online.

Proposal kedua berkait dengan inovasi teknologi safety food dengan edukasi digital bagi petani. Itu untuk menjual hasil pangan kepada masyarakat berbantuan mapping kebutuhan secara delivery social distancing.

Siti Nuradilla
Mahasiswa Matematika
Universitas Negeri Malang
internasn21@yahoo.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved