Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono Bersama PTPN X dan UMG Panen Perdana 7 Klon Tanaman Tebu

Panen perdana 7 klon tanaman tebu sendiri, disebut Heru Tjahjono, berkat dukungan dan partisipasi seluruh stakeholder, utamanya PTPN X dan UMG.

Humas Pemprov Jatim
Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono melakukan panen perdana sebanyak 7 klon tanaman tebu di Desa Sambiroto, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/8/2020). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Heru Tjahjono bersama SEVP Operasional PTPN X, Dimas Eko Prasetyo dan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Prof Setyo Budi melakukan panen perdana sebanyak 7 klon tanaman tebu di Desa Sambiroto, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/8/2020).

Panen perdana 7 klon Unggul Harapan Tanaman Tebu berkat kerja sama antara PTPN X dengan UMG,  di lahan seluas 1,455 hektare itu ditanam di kebun milik PTPN X.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono menyampaikan rasa syukur atas panen perdana 7 klon tanaman tebu tersebut.

Sebab, Rendemen tebu yang dihasilkan dari 7 klon tersebut memiliki rendemen sebesar 10 kali lebih tinggi dibandingkan panen sebelumnya yang hanya mencapai 7 - 8 rendemen.

Disbun Jatim mencatat, luasan area tebu di Jatim seluas 180 ribu hektare itu mampu menghasilkan panen sebanyak 12,9 ribu ton. Sedang kebutuhan gula mencapai 19 ribu ton.

"Dengan adanya panen perdana dengan luasan lahan yang semakin sempit, namun memiliki kualitas yang bagus, saya yakin akan memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jatim," ujar Heru.

Panen perdana 7 klon tanaman tebu sendiri, disebut Heru, berkat dukungan dan partisipasi seluruh stakeholder, utamanya PTPN X dan UMG.

"Mudah-mudahan jika ini bisa digerakkan di seluruh Jawa Timur, tentunya kebutuhan gula hasil dari panen tebu ini akan meningkat," ungkapnya.

Heru berharap, hasil panen perdana 7 klon tanaman tebu di Jatim tersebut menjadi awal kebangkitan peningkatan kesejahteraan tebu di Jawa Timur.

"Semoga panen perdana 7 klon ini menjadi awal kebangkitan," jelasnya.

Heru pun menegaskan, Pemprov Jatim melalui Dinas Perkebunan senantiasa akan terus memfasilitasi segala kebutuhan para petani tebu. Dirinya berharap, para petani tebu tidak menjadi buruh tani lagi.

"Kami akan berupaya dan berkomitmen agar petani tebu di Jatim bisa makmur dan sejahtera. Jangan sampai petani tebu menjadi buruh tani. Maka, kami yakin dengan rendemen 10 ini bisa berlanjut di daerah lain di tengah keterbatasan luasan tanam," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UMG, Prof Setyo Budi mengatakan, panen padi di Mojokerto ini memiliki potensi bobot tebu sebesar 150 ton/hektare.

Namun, ada juga rendemennya mencapai 12. Maka, jika dikonversikan totalnya bisa mencapai 12-15 ton per hektare.

Akan tetapi, hasil dari 7 klon varietas tebu ini nantinya harus diuji sesuai karakter wilayah di Jatim mana wilayah yang tepat.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan dari Pemprov Jatim melakukan kerja sama dengan PTPN X dan UMG, sehingga hasil panen selanjutnya bisa mencapai hasil yang maksimal," ungkapnya.

Ditempat yang sama, SEVP Operasional PTPN X, Dimas Eko Prasetyo mengatakan, panen tebu ini merupakan bentuk kerja sama semua pihak. Sehingga, penanaman bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil optimal.

Pihaknya ingin sebuah sinergitas dan kekompakan. Mulai pemilihan bibit tebu, pemilihan lokasi tanam hingga meningkatkan produktifitas tebu dan petani.

"Saya menjamin, PTPN X akan terus berkomitmen meningkatkan produktifitas dan kualitas tebu. Sehingga target swasembada bisa tercapai mulai dari tanam, giling hingga panen," katanya. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved