Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Tahun Ke-3 Museum Mini CCHS Perpustakaan UC Surabaya, Tahun ini Bertema Budaya Panji

Sedang tahun ini CCHS mengusung tema Tranformasi Budaya Panji ini menampilkan 12 koleksi Panji berasal dari Museum Gubuk Wayang Mojokerto Jatim.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
MUSEUM BUDAYA - Seorang mahasiswi Adella Candra memotret salah satu terakota di Museum Mini "Tranformasi Budaya Panji" di Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya, Jumat (7/8/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perpustakaan memang identik dengan buku, namun diera digital kini perpustakaan dituntut untuk dapat berkembang menjadi sebuah tempat belajar, referensi, bahkan penelitian.

Hal itu dibuktikan dengan komitmen Pusat Kajian Warisan Budaya Kreatif atau Center for Creative Heritage Studies (CCHS) yang telah mengubah wajah perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya menjadi museum sejak 3 tahun lalu.

Setiap tahun museum ini memiliki tema berbeda. Sedang tahun ini CCHS mengusung tema Tranformasi Budaya Panji ini menampilkan 12 koleksi Panji  berasal dari Museum Gubuk Wayang Mojokerto Jawa Timur.

Deretan kotak kaca berisi terakota beragam bentuk diletakkan di Lantai 2 Universitas Ciputra Surabaya, tepatnya di dalam perpustakaan sebelum masuk ke ruang buku.

Tiap kotak kaca mewakili kelompok khusus. Misalnya, salah satu kotak kaca menampilkan patung kepala perempuan dengan beragam aksesori yang dikenakan. Hal tersebut nyatanya mengandung makna arti keberagaman.

Pejabat sementara (Pjs) kepala biro perpustakaan, Yehuda Abiel mengatakan diera digital perpustakaan harus menjadi tempat yang komplit.

"Kami berusaha agar perpustakaan tidak hanya sebagai tempat belajar sesuatu dari buku tapi juga dapat menjadi media penelitian, referensi, dan memberi inspirasi kepada mahasiswa agar dapat memberikan solusi dari masalah yang terjadi di luar," kata Yehuda kepada Surya.co.id, Jumat (7/8/2020).

"Kami juga memiliki banyak koleksi buku berkaitan dengan Majapahit, namun ketika dihadirkan benda seperti ini, pengunjung pasti lebih tertarik," imbuhnya.

Kepala Center for Creative Heritage Stidies, Michael N. Kurniawan mengatakan panji digunakan Majapahit untuk menjadi cerita pemersatu.

"Kisah-kisah Panji dihidupkan Majapahit untuk mempromosikan karakter baik seperti rasa setia dan teladan lainnya," ungkapnya.

Mengingat, Indonesia beberapa tahun terakhir sedang aktif dalam menggali budaya panji untuk masa kini.

"Kami berusaha untuk membantu mahasiswa menciptakan budaya baru dengan mengangkat dari cerita budaya panji, karena itu kami menyediakan artefak-artefak yang menceritakan tentang kehidupan di masa Majapahit," ujar pria yang juga sebagai kurator museum mini ini.

"Sehingga mahasiswa tidak hanya menciptakan kreasi baru dengan basis sejarah, seperti komik atau cerita anak dengan sisipan sejarah," katanya.

Terdapat pula dua kotak kaca yang tergolong sebagai kelompok benda terlihat seperti miniatur rumah, potongan genting, dan ukir-ukiran.

"Ini tentu dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa jurusan desain interior," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved