Breaking News:

Liga 2 2020

PSHW Minta Skema Subsidi Liga 2 2020 Dibayar di Awal Kompetisi

Uang subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selama Liga 1 dan Liga 2 2020 terus dipersoalkan klub-klub peserta, salah satunya PSHW

Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
Istimewa
Logo PS Hizbul Wathan (PSHW), anggota Liga 2 2020 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Uang subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selama Liga 1 dan Liga 2 2020 terus dipersoalkan klub-klub peserta, salah satunya PS Hizbul Wathan (PSHW) Surabaya. ,

Presiden klub PSHW, Dhimam Abror Djuraid berharap, subsidi babak penyisihan lanjutan kompetisi Liga 2 2020 dibayarkan dimuka.

Alasannya, dengan situasi seperti saat ini dipastikan tim membutuhkan biaya cukup besar dalam menjalankan operasional tim.

"Karena kalau sampai babak penyisihan dibayar ssampai bulan Desember, kami bagaimana bayar akomodasi selama kompetisi," kata Presiden klub PSHW, Dhimam Abror Djuraid pada Surya, Jumat (7/8/2020).

Berdasarkan surat keputusan PT LIB bernomor 261/LIB-KOM/VIII/2020 tertanggal 6 Agustus 2020, subsidi babak penyisihan lanjutan Liga 2 Rp 600 juta akan dibagikan empat termin, bulan September-Desember.

Sementara babak perempat final nilai subsidi Rp 200 juta dibagikan dua termin. Sementara, babak semifinal Rp 200 juga diberikan dua termin.

Dalam surat itu pula, PT LIB memutuskan lanjutan kompetisi Liga 2 akan digelar 17 Oktober- 5 Desember 2020 mendatang.

Liga 2 musim ini digelar home tournamen, tanpa penonton, dan single match. Babak penyisihan dibagi menjadi empat grup.

"Karena menurut pendapat saya, kompetisi hanya 5 pertandingan di bulan November saja sudah selesai," tutur pria asal Surabaya itu.

Sementara soal nominal, Dhimam memastikan tidak ada masalah, ia sampaikan cukup memahami dengan situasi seperti saat ini.

"Totalnya tetap sama, tapi kami minta dibayar di depan sekaligus, buat biaya persiapan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved