Breaking News:

Bidik Mitra Usaha Para Karyawan Terdampak Pandemi dengan Menu Olahan Jagung

Sukses dengan produk ayam geprek, pemuda kelahiran Surabaya ini menambah lini usahanya dengan membuka franchise olahan jagung rebus.

surya.co.id/sri handi lestari
Ferry Setiawan (kanan) bersama Mercia dan Maria, mitra franchise Nak Gung yang tetap berkreasi dalam usaha camilan ditengah pandemi covid 19. 

SURYA.co.id | SURABAYA, SURYA - Pandemi covid 19 tidak membuat Ferry Setiawan diam tanpa kreasi.

Sukses dengan produk ayam geprek, pemuda kelahiran Surabaya ini menambah lini usahanya dengan membuka franchise olahan jagung rebus.

"Memang saat ini kondisi penjualan belum pulih seperti sebelum ada pandemi. Namun kami tetap optimis penjualan akan pulih ditengah kondisi new normal saat ini," kata Ferry saat mengenalkan lini usaha menu olahan jagung rebus dengan brand Nak Gung, di both di kawasan Taman Bungkul, Surabaya, Jumat (7/8/2020).

Diakui Ferry pasca diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada pertengahan Juni 2020 lalu, penjualan berlahan mulai meningkat. Terutama yang memanfaatkan jasa ojek online.

"Tapi memang pasar paling besar di kalangan mahasiswa dan pelajar belum bisa kami harapkan karena kampus dan sekolah masih libur," ungkap Ferry.

Menurut Ferry, pasar makanan dan camilan seperti ayam geprek dan jagung rebus, selama ini banyak didominasi pasar mahasiswa dan pelajar serta orangtua dari para pelajar itu sendiri.

Namun karena kampus dan sekolah libur, pasar warga perumahan menjadi sasaran baru yang lebih menarik.

Lini usaha baru Ferry ini berupa olahan jagung rebus yang dijual melalui both-both yang tersebar di berbagai titik keramaian.

Jagung rebus pipilan, dijual dengan aneka rasa dalam kemasan gelas kertas.

Ada delapan varian yang disajikan dengan harga mulai Rp 8.000 hingga Rp 18.000 per porsi.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved