Breaking News:

Alasan Trump Deadline 45 Hari Tik Tok dan WeChat Serahkan Bisnis ke Amerika Serikat, Akui Terancam

Terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang penggunaan aplikasi Tik Tok dan WeChat milik perusahaan China.

Kolase REUTERS/JONATHAN ERNST
ILUSTRASI TikTok dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara saat briefing rutin Covid-19, di Brady Press Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, AS, 3 Agustus 2020. 

Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China terus memanas. 

Terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang penggunaan aplikasi Tik Tok dan WeChat milik perusahaan China

Bahkan, Trump mendeadline perusahaan ByteDance dan Tencent sebagai pemilik Tik Tok dan WeChat untuk  menjual atau memindah-alihkan bisnisnya kepada perusahaan Amerika. 

Batas waktu yang diberikan Trump cuma 45 hari atau sampai 15 September 2020. 

Trump beralasan Tik Tok dan Wechat berpotensi mengancam keamanan nasional.

"Aplikasi buatan perusahaan China yang beredar di Amerika Serikat berpotensi mengancam keamanan nasional, kebijakan pemerintah, dan perekonomian di Amerika Serikat," kata Trump dalam keterangan tertulis di situs resmi Gedung Putih seperti dikutip dari kompas.com.

"Kami mengambil langkah cepat untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh salah satu aplikasi, khususnya TikTok," imbuh Trump.

Tak hanya itu, Trump juga akan memboikot segala transaksi apa pun termasuk fitur transfer uang, dari aplikasi buatan ByteDance dan Tencent itu, apabila melewati batas waktu 45 hari, atau 15 September 2020.

Aturan ini tertuang dalam Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional dan Undang-Undang Darurat Nasional AS, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari 9to5Mac, Jumat (7/8/2020).

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved