Breaking News:

Berita Surabaya

Selain Layangan, PLN Juga Waspadai Pemasangan Atribut Agustusan Dekat Jaringan

Sekarang PLN juga menilai perlu memberi edukasi kepada masyarakat mengenai pemasangan atribut Agustusan yang aman.

ist
Pasang umbul-umbul harus perhatikan jaringan listrik yang ada di sekitarnya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Selama Agustus ini, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan di PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur gencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Terutama terkait pemasangan atribut umbul-umbul, bendera, dan lampu hias untuk memeriahkan Agustusan, agar tidak dekat dengan jaringan listrik.

Sebelumnya, PLN tengah menggiatkan edukasi dan patroli jaringan untuk layang-layang, untuk mengamankan jaringan listrik. Sekarang PLN juga menilai perlu memberi edukasi kepada masyarakat mengenai pemasangan atribut Agustusan yang aman.

Senior Manager Distribusi PLN UID Jawa Timur, Adriansyah menyampaikan, selain musim layang-layang sekarang umbul-umbul dan lainnya sedang ramai, sehingga pihaknya menerjunkan petugas untuk memberi edukasi dan patroli ROW jaringan secara harian untuk mendapatkan hasil signifikan.

"Upaya-upaya ini terus kami lakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat bisa merasa nyaman dan tenang menikmati aliran listrik," kata Ardriansyah.

Sampah jaringan dalam hal ini termasuk layang-layang, umbul-umbul dan benda lainnya yang mengenai jaringan, menjadi penyumbang kedua terbesar penyebab gangguan pemadaman di wilayah PLN UID Jawa Timur.

Potensi gangguan pun akan menjadi lebih besar kalau ditambah kondisi cuaca, seperti angin kencang atau hujan lebat, yang mengakibatkan umbul-umbul menimpa jaringan.

Belum termasuk resiko keselamatan ketika masyarakat melakukan pemasangan, atau ketika menyentuh umbul-umbul yang terlalu dekat dengan jaringan.

Pemasangan umbul-umbul, dekorasi atau hiasan lainnya ini merupakan instruksi yang dikeluarkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, namun dalam pelaksanaanya masyarakat tetap diimbau mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan peraturan perundang-undangan.

Berdasar UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, pemadaman listrik akibat aktivitas masyarakat yang mengganggu kelancaran aliran listrik dapat dikenai hukuman pidana maksimal 5 tahun serta denda maksimal Rp 2,5 miliar. Selain itu jarak aman dengan jaringan listrik minimal 3 meter kanan, kiri, atas, dan bawah.  ***

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved