Breaking News:

Berita Surabaya

Operasi Patuh Semeru 2020 di Surabaya Berakhir, Jumlah Pelanggar Menurun Sebanyak 37 Persen

Pelanggar pada Operasi Patuh Semeru 2020 di Kota Surabaya didominasi oleh pengendara sepeda motor

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/M Sudarsono
Ilustrasi razia kendaraan bermotor 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Selama 14 hari Operasi Patuh Semeru 2020 telah digelar di Surabaya, sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2020.

Dari kurun waktu itu Polda Jatim telah menjaring ratusan ribu pelanggar. Selain tindakan penilangan, ada juga yang mendapat teguran.

Dari data Ditlantas Polda Jatim penindakan pada pelanggar tahun ini menurun daripada tahun sebelumnya.

Tercatat ada 125.579 pengendara yang terjaring pada 2020. Sedangkan pada 2019 sebanyak 200.732 pengendara. Dari 125.579 pelanggar, 60.978 ditilang dan 64.601 ditegur.

Kabag Bina Operasional Ditlantas Polda Jatim, Kompol Gathot Bowo menuturkan, penurunan ini mencapai 37,44 persen dibanding tahun lalu.

"Pelanggar tahun ini didominasi sepeda motor. Tidak semua pelanggar kami tilang. Ada yang hanya ditegur. Kami mengutamakan edukatif," ujar Gathot, Kamis (6/8/2020).

Menurut Catatan ditlantas sebanyak 50.160 sepeda motor terjaring razia. Kemudian mobil penumpang 5.796 pelanggar. Disusul mobil barang 4.836 pelanggar serta mobil bus 186 pelanggar.

Kemudian ada tujuh jenis pelanggaran yang mendominasi. Pertama ialah tidak memakai helm SNI sebanyak 18.363 kasus, kedua melawan arus 8.122 kasus, ketiga pengendara di bawah umur 6.809 kasus, keempat tidak memakai sabuk pengaman 3.204 kasus dan kelima menggunakan ponsel saat berkendara 923 kasus.

Lebih lanjut, keenam melebihi batas kecepatan maksimal sebanyak 738 kasus, ketujuh pengendara dalam pengaruh alkohol sebanyak 47 kasus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved