Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Kerukunan Modal Berhasilnya Pembangunan di Jatim, Khofifah Beri Penghargaan 3 Desa Sadar Kerukunan

Tiga desa di Jawa Timur mendapatkan penghargaan dana pembinaan dari Gubernur Khofifah karena berhasil menjaga kerukunan antar umat beragama

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan dana pembinaan desa sadar kerukunan, Kamis (6/8/2020) 

SURYA.CO.ID. SURABAYA - Tiga desa di Jawa Timur mendapatkan penghargaan dana pembinaan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa karena berhasil menjaga kerukunan antar umat beragama.

Gubernur yang juga mantan Menteri Sosial RI tersebut menegaskan, bahwa kerukunan ini menjadi penting dan merupakan landasar keberhasilan pembangunan.

Tiga desa yang mendapatkan penghargaan dana pembinaan desa sadar kerukunan dari gubernur tersebut adalah Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kemudian Desa Senduro di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dan Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

"Kerukunan menjadi dasar dari keberhasilan pembangunan. Pendidikan, pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kerukunan," kata Khofifah usai menyerahkan dan pembinaan pada tiga desa tersebut di Gedung Negara Grahadi, Kamis (6/8/2020) siang.

Ia ingin agar tiga desa ini menjadi prototipe desa desa lain di Jawa Timur untuk bisa menjaga kerukunan dan juga menjaga kebhinekaan.
Pasalnya, di tiga desa tersebut terdapat umat lintas agama namun mereka tetap rukun dan tidak pernah mengalami konflik.

Lebih lanjut, Khofifah menyebutkan duplikasi penerapan kerukunan di desa ini diharapkan terus didesiminasikan ke desa desa lain di Jawa Timur. Terlebih dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

"Akan ada 19 kabupaten kota di Jawa Timur yang menggelar pilkada serentak. Dari jumlah itu, 18 kabupaten/kotanya itu gemuk-gemuk, jumlah penduduknya besar. Mulai Kota Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Tuban, Sumenep, Situbondo, Banyuwangi hingga Malang. Berdasarkan penelitian, politik identitas masih menjadi potensi konflik, maka saya pesan agar kerukunan harus terus dipupuk," tambah Khofifah.

Wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyebutkan, meski pilkada serentak ini nantinya akan dilaksanakan dalam masa pandemi, maka kampanye yang bersifat terbuka masih akan diminimalisir.

Namun potensi konflik yang ditimbulkan dari media sosial masih menjadi ancaman yang bisa memecah belah masyarakat jika pondasi kerukunan antar umat beragamanya belum kuat, atau antar kelompok belum terjalin komunikasi yang baik.

Di sisi lain, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Ahmad Zayadi mengatakan bahwa membangun kerukunan masyarakat aalah ikhtiar bersama yang secara kolektif dilakukan dalam rangka memperkuat kesatuan bangsa.

"Kerukunan ini menjadi prasyarat dalam kegiatan apapun. Kualifikasi penetapannya adalah desa yang masyarakat tidak hanya satu agama, tapi beberapa agama. Lalu juga ada bermacam-macam rumah ibadah,dan ada indikator lain, misalnya tidak sekalipun terjadi konflik," kata Ahmad Zayadi.

Setiap desa yang mendapatkan penghargaan hari ini menerima dana pembinaan sebesar Rp 30.930.000.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved