Breaking News:

Pilkada 2020

Jelang Pilkada 2020, Ada 99.000 Calon Pemilih di Jawa Timur yang Dicoret, Ini Penyebabnya

Hasilnya, Bawaslu mencatat ada 99 ribu calon pemilih yang dicoret akibat Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih.

surya.co.id/willy abraham
KPU Gresik saat memantau PPDP di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Minggu (26/7/2020) lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur ikut mengawasi jalannya proses pencocokan dan penelitian(Coklit) terhadap calon pemilih di pilkada yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 19 kabupaten/kota penyelenggara pilkada.

Hasilnya, Bawaslu mencatat ada 99 ribu calon pemilih yang dicoret akibat Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai pemilih.

"Kami mencatat sebanyak 99.135 calon pemilih tidak memenuhi syarat sebagai Pemilih. Alasannya, berbagai macam," kata Komisioner Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaifi kepada SURYA.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (6/8/2020).

Hal ini terungkap dalam proses sinkronisasi daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir dengan daftar penduduk potensial Pemilih (DP4).

Hasilnya, tercatat dalam data pemilih dalam form A-KWK.

Nantinya, akan dijadikan data acuan oleh PPDP dalam melakukan Coklit di masing-masing wilayah kerjanya.

"Hasilnya, masih ditemukan adanya Pemilih belum memenuhi syarat sebagai Pemilih," kata Aang.

Rinciannya, mayoritas calon pemilih yang masuk dalam DP4 ternyata telah meninggal. Jumlahnya mencapai 67.924 calon Pemilih.

Kemudian, disusul pemilih yang pindah domisili/bukan lagi alamat sesuai KTP, jumlahnya mencapai 18.426 orang.

Disusul dengan 4.220 orang yang ternyata bukan Penduduk Desa/Kelurahan setempat.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved