Breaking News:

Pelaku Fetish Kain Jarik di DO

UPDATE Fetish Kain Jarik di Surabaya: Unair DO Pelaku & Keluarga Sudah Klarifikasi ke Kampus

Unair mengambil tindakan tegas untuk pelaku fetish kain jarik yang bikin heboh itu di Surabaya, Dia Sekarang di DO

Twitter/m_fikris
Unggahan pengakuan korban pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik di Twitter 

Penulis: Sulvi Sofiana, Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id, Surabaya - Pimpinan Universitas Airlangga (Unair) mengambil keputusan Drop Out (DO) kepada terduga pelaku pelecehan seksual bungkus membungkus atau fetish kain jarik dengan modus riset yang ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir ini.

Ketua Pusat Informasi dan Humas, Suko Widodo mengungkapkan sebelum diputuskan, pihak kampus melalui komite etik Unair telah melakukan komunikasi dengan keluarga Gilang yang berada di Kalimantan secara daring

"Keluarga mengaku menyesali perbuatan anaknya sehingga pihak keluarga juga menerima keputusan yang diberikan pihak universitas kepada anaknya,"urainya, Rabu (5/8/2020).

Untuk itu, usai melangsungkan pertemuan dengan pihak keluarga melalui zoom, Rektor Unair Prof Moh Nasih bersama jajaran komite etik Unair memutuskan untuk memberikan sanksi DO kepada mahasiswa yang sedang menempuh di semester 10 ini.

"Kasus G ini kami nilai sudah sangat merugikan nama baik dan citra Unair sebagai PTN yang mengusung nilai inti Excellence with Morality," ujarnya.

Putusan yang telah diberikan itu telah memperhatikan pengaduan korban yang mengaku dan merasa dilecehkan. Tidak hanya itu, tandasnya, korban juga merasa direndahkan martabat kemanusiannya.

"Kami juga mempertimbangkan putusan setelah mendengarkan klarifikasi dari keluarga G," urainya

Perihal proses selanjutnya, baik proses hukum dan lain-lain sepenuhnya diserahkan kepada aparat yang berwenang.

Fakta Fetish Kain Jarik 

Halaman
1234
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved