Breaking News:

Berita Pamekasan

Harga Pokok Penjualan Garam Per Ton Diusulkan Rp 600 Ribu

Harga beli garam rakyat di seluruh wilayah Jawa Timur diusulkan seharga Rp 600 ribu per ton.

surabaya.tribunnews.com/kuswanto ferdian
Tengkulak garam saat mengecek garam rakyat Pamekasan di salah satu tambak, Rabu (5/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Harga beli garam rakyat di seluruh wilayah Jawa Timur diusulkan seharga Rp 600 ribu per ton. 

Kepala Dinas Kelautan dan Dinas Perikanan Jawa Timur, Muhammad Gunawan Saleh mengaku sudah berkirim surat usulan ke pusat agar garam bisa dimasukkan ke dalam daftar penjualan mejadi barang penting, sehingga nantinya melalui upaya itu, garam bisa ditentukan berapa harga pokok penjualan (HPP) per tonnya atau per kilonya.

Sampai saat ini, kata dia, masih belum ada penentuan HPP garam.

"Nanti masih akan dimasukkan di Perpres, setelah masuk di Perpres bisa ditentukan HPPnya," kata Muhammad Gunawan Saleh, Rabu (5/8/2020).

Kepala Dinas yang akrab disapa Gunawan ini juga menjelaskan, pengajuan itu dia masih akan digodok dan diteliti lagi mengenai berapa biaya pengeluaran produksi garam rakyat per kilonya.

Begitu juga dengan komponen-komponen apa saja yang disiapkan untuk memproduksi garam, serta berapa biaya pengeluarannya, juga akan dijumlah terlebih dahulu. Setelah itu, usulan HPP tersebut kemungkinan bisa disetujui.

"Sekarang ini harga permintaan pembelian garam dari para petani garam memang tinggi, minta Rp 1 juta rupiah per tonnya," ujarnya.

Selain itu, Gunawan juga menyayangkan perihal harga angkut garam rakyat yang kondisinya saat ini tidak bisa ditoleransi.

Dahulu, kata dia, ketika ongkos angkut garam rakyat mahal, harga penjualan garam rakyat juga ikut mahal.

Namun, saat ini, ketika harga jual garam murah, ongkos angkut garam malah tidak ikut murah, justru tetap mahal.

"Ini perhatian kita bersama. Mudah-mudahan nanti garam rakyat kita ada pemerintah yang ngambil dan harganya bisa mahal," harapnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved