Breaking News:

Techno

Daftar Paket Internet Murah Telkomsel dan XL Axiata untuk Belajar dari Rumah, Indosat Ooredoo Segera

Simak daftar paket internet murah Telkomsel dan XL Axiata untuk para siswa yang sedang Belajar dari Rumah. Indosat Ooredoo juga akan segera merilis

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Instagram
Ilustrasi daftar paket internet murah Telkomsel dan XL Axiata 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Simak daftar paket internet murah Telkomsel dan XL Axiata untuk para siswa yang sedang Belajar dari Rumah.

Selain Telkomsel dan XL Axiata, Indosat Ooredoo juga akan segera merilis paket internet murah.

Di antara ketiga provider besar tersebut, Telkomsel yang terlebih dulu memberikan paket internet murah hasil kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Lalu yang terbaru disusul oleh XL Axiata diperuntukkan bagi pengguna kartu Axis.

Bagaimana dengan Indosat Ooredoo

Pihak Kemendikbud saat ini masih bernegosiasi dengan Indosat Ooredoo untuk menghadirkan paket internet murah.

Dirangkum dari Kompas.com dan Tribunnews (grup SURYA.co.id), berikut daftarnya.

1. Telkomsel

Telkomsel telah memberikan paket internet murah khusus dosen dan mahasiswa.

Salah satu paket internet yang ditawarkan dalam promo Telkomsel ini adalah kuota 10GB cuma seharga Rp 40 ribu.

Promo Telkomsel khusus dosen dan mahasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara Telkomsel dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud).

Lewat kerja sama ini, Telkomsel menghadirkan sejumlah pilihan paket kuota internet untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, yang kini dilakukan secara virtual.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Daftar Paket Internet Murah Telkomsel untuk Dosen dan Mahasiswa'

Direktur Sales Telkomsel, Ririn Widaryani terdapat tiga paket khusus yang terdiri atas paket CloudX, paket Bulk Education, dan paket Society.

Ketiga paket tersebut menawarkan benefit yang berbeda-beda.

"Ada penyediaan paket internet khusus untuk kampus dan reguler kuota, serta ada kuota khusus CloudX untuk conference meeting," kata Ririn dalam acara konferensi pers online, Jumat (17/7/2020).

Berikut ulasan paket-paketnya:

- Paket Society

Telkomsel menyediakan paket Society yang dirancang secara eksklusif untuk digunakan para tenaga pengajar seperti guru, dosen dan karyawan.

Terdapat dua kategori paket, yaitu paket Voice dan paket Internet.

Pada paket Voice, penguna dapat melakukan panggilan tak terbatas (unlimited) kepada seluruh pengguna Telkomsel dan bonus 100 menit panggilan ke semua operator setiap bulannya.

Sedangkan untuk paket Internet, tersedia kuota internet selama 30 hari dengan harga yang diklaim lebih terjangkau, seperti kuota 10 GB yang dibanderol Rp 40.000 saja.

Sebagai perbandingan, kuota internet OMG yang dijual bebas oleh Telkomsel seharga Rp 39.000, hanya memberikan kuota data 3 GB untuk 30 hari.

Untuk lebih lengkapnya, berikut merupakan pilihan paket data pada Paket Society Internet.

- Rp 40.000 = 10 GB kuota internet

- Rp 60.000 = 20 GB kuota internet

- Rp 85.000 = 30 GB kuota internet

- Rp 100.000 = 50 GB kuota internet

- Paket CloudX

Paket ini hadir untuk memenuhi kebutuhan video conference antara mahasiswa dan dosen.

Terdapat tiga pilihan layanan CloudX berdasarkan kapasitas partisipan video conference, mulai dari 100, 500, hingga 1.000 partisipan.

Telkomsel mematok harga paket CloudX mulai dari Rp 300.000 untuk opsi 100 partisipan.

- Paket Bulk Education

Sementara paket Bulk Education yang menawarkan kuota internet reguler bagi institusi perguruan tinggi, untuk dibagikan kepada para siswa dan mahasiswa.

Paket ini berisi kuota reguler dan paket CloudX.

Ukuran paket internet yang ada pun bervariasi, mulai dari 8,1 TB seharga Rp 28 juta, 16,25 TB seharga Rp 52,5 juta dan paket 31,5 TB seharga Rp 97 juta.

Telkomsel mengklaim bahwa harga tersebut lebih murah 50 persen dibanding harga yang biasa mereka tawarkan untuk pelanggan umum.

Program Bantuan Kuota Terjangkau untuk perguruan tinggi ini akan berlangsung sejak 17 Juli 2020 hingga 31 Agustus 2021, dan ditargetkan untuk dapat menjangkau sekitar 4.760 perguruan tinggi di Indonesia.

Untuk memastikan identitas pengguna sesuai dengan kriteria, yakni mahasiswa, dosen, dan tenaga pengajar, Telkomsel telah bekerja sama dengan pihak-pihak perguruan tinggi.

Untuk berlangganan paket Society, pihak perguruan tinggi pertama-tama akan mengumpulkan nomor-nomor para dosen dan karyawan yang ingin mendaftar dan menggunakan paket ini.

Setelah itu, nomor akan dikirim kepada pihak Telkomsel yang dilanjutkan dengan proses pendaftaran paket menggunakan skema whitelist.

Dosen dan karyawan kemudian akan menerima notifikasi SMS berisi informasi bahwa paket sudah aktif.

Paket dapat diaktikan dan diakses oleh pengguna melalui menu USSD *168#.

Untuk berlangganan paket CloudX, paket Bulk Education, dan paket Society, pihak perguruan tinggi dapat melakukan pengisian formulir secara online melalui tautan berikut ini: LINK

Setelah mengisi formulir, perguruan tinggi akan dihubungi oleh pihak Telkomsel untuk diproses, hingga pengiriman layanan kepada pelanggan.

Direktur Jenderal DIKTI, Nizam berharap kolaborasi ini dapat meringankan beban para orangtua mahasiswa yang sedang mengalami krisis ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

"Banyak mahasiswa yang orangtuanya mengalami dampak ekonomi dari pandemi Covid-19, sehingga tidak bisa membayar uang kuliah apalagi membeli pulsa," ujar Nizam di kesempatan yang sama.

"Kami sangat berharap Telkomsel bisa berbagi dengan memberikan paket-paket yangg murah untuk mahasiswa yang memang tidak mampu untuk membayar," lanjut Nizam.

2. XL Axiata

Operator seluler XL Axiata merilis paket internet dengan harga terjangkau khusus untuk para pelajar dan mahasiswa pengguna kartu Axis.

Paket bernama Axis Boostr Edukasi dan Boostr Conference ini bisa digunakan untuk mengakses sejumlah aplikasi pendukung belajar dari rumah seperti ruangguru, Zenius, hingga Zoom.

Seperti dilansir dari Kompas dalam artikel 'XL Rilis Paket Internet Belajar dari Rumah untuk Pengguna Axis'

Menurut Group Head Youth Segmen XL Axiata, Alfons Eric Bosch Sansa, kedua paket dirilis untuk mendukung aktivitas belajar dari rumah.

Ia juga mengatakan selama beberapa bulan belakangan, ada kenaikan trafik yang signifikan dari sejumlah aplikasi belajar online .

"Paket ini benar-benar kami hadirkan berdasarkan kebutuhan riil pelanggan saat ini.

Dengan harga yang ringan, pelanggan bisa mengakses aplikasi yang dibutuhkan untuk belajar," kata Alfons melalui keterangan resmi kepada KompasTekno, Selasa (4/8/2020).

Paket Boostr Edukasi menawarkan tiga pilihan paket yakni mulai dari Rp 800 untuk 2GB per hari, Rp 2.900 untuk 5 GB dengan masa aktif 7 hari, dan Rp 8.900 untuk 15 GB yang aktif selama 7 hari.

Boostr Edukasi bisa digunakan untuk mengakses aplikasi Udemy, ruangguru, Zenius, dan Sekolahmu.

Selain itu, paket ini juga bisa digunakan untuk mengakses halaman dari Kemendikbud yakni belajar.kemendikbud.go.id, spada.kemdikbud.go.id, dan lmsspada.kemdikbud.go.id

Ada pula paket Boostr Conference dengan tiga pilihan paket dan harga yang sama dengan Boostr Edukasi.

Bedanya, paket Boostr Conference ini digunakan untuk aplikasi video konferensi seperti Zoom, Google Meet, Teams, hingga Google Classroom.

Pengguna kartu Axis bisa membeli paket ini melalui aplikasi AXISnet. Untuk informasi selengkapnya, silakan akses tautan berikut ini: LINK

3. Indosat Ooredoo

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah bernegosiasi dengan perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel dan Indosat Ooredoo, untuk mendapatkan paket internet murah untuk pelajar dalam rangka pembelajaran jarak jauh atau online.

"Kemarin kelihatannya mas Menteri (Nadiem Makarim) berdiskusi dengan Telkomsel untuk mendapatkan hasil nego. Satu gigabyte jadi seribu rupiah buat mahasiswa," kata Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani, Senin (3/8/2020).

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel 'Kemendikbud Nego Harga Paket Data Lebih Murah untuk Mahasiswa ke Operator Seluler'

Selain Telkomsel, Paris mengatakan pihaknya juga bernegosiasi dengan Indosat Ooredoo.

Namun, dia tak merinci negosiasi yang sedang dijalankan.

Pihaknya menyebut negosiasi yang diajukan Kemendikbud telah didasari kebutuhan mahasiswa.

Paris menyebut kebutuhan internet mahasiswa untuk kuliah dalam sebulan berkisar 10 hingga 20 gigabyte.

"Itulah kemarin kita mengajukan negosiasi pertama akan memastikan ada potongan 30 gigabyte per bulan, atau kita minta diskon untuk kuota jam kuliah: jam tujuh pagi sampai dua siang. Ini sedang kita perjuangkan," lanjut Paris.

Paris berharap bantuan kuota internet ini benar-benar dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar.

"(Kuota) 30 gigabyte itu sama sama sekali enggak cukup satu bulan kalau sambil Youtube, Netflix, kemudian main game," kata Paris.

"Intinya mas menteri itu kalau enggak salah akan ketemu Pak Presiden agar mudah-mudahan ada bantuan ini," pungkasnya.(Kevin Rizky/Yudha Pratomo/Reza Deni/Putra Dewangga/Tribunnews dan Kompas/Surya.co.id)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved