Breaking News:

Citizen Reporter

Zine Sastra Bukti Produktif Berkarya, Media Literasi Alternatif Wadah Berbagai Hasil Proses Kreatif

Satu di antaranya ialah dengan berkarya lewat media alternatif bernama Zine atau Fanzine, yakni media independen yang bisa dipublikasikan sendiri.

Foto: istimewa
Berbagai karya lewat media alternatif Zine atau Fanzine. 

SURYA.co.id | Memiliki banyak waktu luang saat pandemi, tidak menutup kemungkinan bagi sebagian orang untuk mencari berbagai kesibukan.

Satu di antaranya ialah dengan berkarya lewat media alternatif bernama Zine atau Fanzine, yakni media independen yang bisa dipublikasikan sendiri oleh para pembuatnya, baik kolektif maupun pribadi.

Cahya Sinda misalnya, selama pandemi ini ia terus aktif di dunia kepenulisan dan sastra seperti membuat cerpen, puisi, membuat berbagai konten sastra di akun YouTube Tulisan Minor miliknya, mengarang lagu hingga menulis novel.

Baru-baru ini ia juga telah mencetak Zine yang diberi nama SinZine.

“Sebenarnya sudah lama ingin membuat Zine, namun karena memiliki berbagai kegiatan ataupun kesibukan dan lain hal segala macam, akhirnya baru bisanya sekarang. Di SinZine ini isinya berupa kumpulan puisi dan cerita bersambung,” ungkap pria yang akrab disapa Cahya itu.

Ada juga Nabila Rizqi Auliyah Sikki yang turut mengambil bagian dalam meramaikan pembuatan produk literasi saat pandemi.

Melalui karya kolektif yang diberi nama Zine Tumpah Kita, ia menumpahkan keresahan-keresahannya lewat puisi-puisi pendek yang dipadukan dengan beragam ilustrasi di dalamnya.

Menurutnya, ada begitu banyak manfaat yang didapat selama proses itu.

Selain sebagai pengusir rasa jemu karena di rumah saja, ia bisa melatih diri dalam banyak hal saat melakukan proses-proses kreatifnya, sehingga hasil yang didapat bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi si pembuat.

“Itu bisa untuk melatih kepercayaan diri dan memunculkan karakter kita dalam karya. Karena semuanya kan kita yang harus mengerjakan, mulai dari isinya bagaimana, lalu ilustrasinya, hingga menuju proses cetak. Jadi ada banyak hal yang aku pelajari dan aku dapat,” jelas perempuan kelahiran Malang, 23 silam itu.

Sedangkan Helmy Zatmika Aulia Atmaja selaku kontributor dari Zine Aksara yang juga sebagai Ketua Komunitas Sastra Sanggar Aksara (Sangkar), mangamini pendapat itu.

Dengan adanya media literasi alternatif, itu bisa mewadahi serta menampung berbagai macam bentuk tulisan dari proses kreatif, utamanya di bidang seni dan sastra.

Setidaknya juga terdapat beberapa karya kolektif yang aktif selama masa pandemi, di antaranya yakni Zine Buana, serta kolektif Piyama.

“Semoga ke depannya akan membuat kita menjadi lebih berkembang dan selalu melahirkan karya-karya sastra yang inovatif,” tandasnya, Sabtu (20/6/2020).

Rahmat Iskandar Rizki
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang
skndrrizki@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved