Breaking News:

Citizen Reporter

SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya Gelar Wisuda Virtual, Alasan Potensi Karakter Siswa Diumumkan

Meski pandemi masih terus berlangsung. Prosesi wisuda purnasiswa kelas 6 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya tetap dilaksanakan.

Foto: istimewa
Tampilan layar wisuda purna siswa SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya. 

SURYA.co.id | Meski pandemi masih terus berlangsung. Prosesi wisuda purnasiswa kelas 6 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya tetap dilaksanakan pada Sabtu (20/6/2020).

Namun, wisuda tidak dilakukan secara langsung dengan mendatangkan banyak orang, melainkan melalui virtual.

“Wisuda purnasiswa tahun pelajaran 2019-2020 ini kami lakukan secara virtual dan disiarkan langsung melalui media sosial. Wisuda ini tetap kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para siswa yang telah berhasil melalui proses pembelajaran di tingkat sekolah dasar selama enam tahun ini,” ungkap Azza Hafizah, ketua pelaksana wisuda.

Wisuda virtual yang pertama itu diikuti oleh 30 siswa dengan didampingi orang tuanya menggunakan aplikasi Zoom, mereka mengikuti prosesi dari rumah masing-masing.

Meski dilakukan secara virtual, prosesi wisuda tetap dilakukan layaknya wisuda secara langsung.

Pada prosesi inti, para wisudwan dipanggil satu per satu, kemudian ditampilkan foto dan disebutkan karakter dominan yang dimiliki.

Penyampaian karakter dominan yang dimiliki oleh setiap siswa itu penting dilakukan agar setiap siswa dapat mengenal dan memahami potensi karakter yang dimiliki, sehingga mereka dapat mengoptimalkannya serta menumbuhkan karakter positif lainnya pada diri mereka.

Selain itu, proses pemindahan tali toga para wisudawan juga ditampilkan melalui video pada sesi inti itu.

Triana Rosalina Noor, salah satu wali murid peserta wisuda mengungkapkan rasa bangganya.

Ibu dari M Reyhan Rosyiddin itu juga menyampaikan terima kasih kapada sekolah yang telah mendidik dan membimbing anak-anak selama ini dengan penuh ketekunan dan kesabaran.

Di akhir pesannya, Triana menutup dengan membacakan pantun.

“Jalan-jalan ke kota tua, jangan lupa beli semangka. Hari ini kami berbangga dan tak lupa berdoa, agar kelak anak kami bisa menjadi pemimpin dunia, berjiwa Muhammadiyah, dan berakhlaq mulia.

Ada kuda ada onta, bisa kita lihat di Kebun Binatang Surabaya. Hari ini marilah kita bersenang ria, tapi entah nanti kita bersua di mana, yang jelas SD Muhammadiyah 24 tetap dihati kita semua.”

Achmad Zainuri Arif
Staf Pendidik Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya
arik.arrusyd@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved