Virus Corona di Surabaya

Reaksi Wali Kota Risma Soal Mahasiswa Kedokteran Jadi Relawan Covid-19 di Surabaya

Penanganan pandemi Covid-19 Surabaya saat ini melibatkan relawan dari mahasiswa kedokteran yang ada di Kota Pahlawan.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Fatkhul Alami
Istimewa
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bertemu dengan para mahasiswa kedokteran asal kampus di Kota Pahlawan untuk jadi relawan Covid-19 

Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Penanganan pandemi Covid-19 Surabaya saat ini melibatkan relawan dari mahasiswa kedokteran yang ada di Kota Pahlawan.

para mahasiswa kedokteran yang menjadi relawan Covid-19 dilepas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (3/8/2020).

Relawan mahasiswa kedokteran itu berasal dari Enam universitas yang ada di Surabaya, yaknai Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Muhammadiyah, Universitas Ciputra (UC), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Widya Mandala serta Stikes Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya.

Dekan FK UNUSA, dr. Handayani mengatakan, pihaknya siap membantu Pemkot Surabaya baik untuk pemeriksaan rapid test atau swab test yang dilakukan di Surabaya.

"Untuk pencegahan penularan supaya lebih efektif, kita mendukung upaya tersebut,” kata dr Handayani.

Untuk tindak lanjut penugasan, dia mengatakan pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut dengan Dinkes Surabaya untuk mekanismenya.

Mulai dari penjadwalan, lokasi, hingga perlindungannya. Terutama perizinan kepada orang tua mahasiswa. Bahkan Handayani menyebut, relawan juga harus dipastikan kesehatannya.

“Untuk saat ini jumlahnya ada 10 orang, tapi kembali lagi kami menyesuaikan,” ujarnya.

Disisi lain, Dekan FK Ciputra Surabaya, Hudi Winarso menyambut baik upaya Pemkot Surabaya dalam melibatkan mahasiswa sebagai relawan.

Sebelumnya, dia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengikuti rencana yang sudah disiapkan.

“Apalagi tadi Ibu Wali (Risma) menyampaikan suasananya semakin baik dan ini by design keterlibatan mahasiswa untuk pengalaman apalagi sudah disiapkan APDnya sekalian,” kata Hudi.

Hudi menjelaskan, selain melibatkan mahasiswa sebagai relawan, salah satu dokter spesialis mikrobiologi di Universitas Ciputra (UC) Wira Widjaya Lindarti, dr, spMK juga diminta membantu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Sementara Risma berterima kasih atas kesediaan kampus untuk memfasilitasi mahasiswa untuk menjadi relawan.

Sebab, para mahasiswa yang menjadi relawan ini juga untuk menambah pengalaman serta ikut menjadi bagian dalam penanganan Covid-19.

Nantinya, Pemkot Surabaya juga sudah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap untuk para relawan. Misalnya, seperti face shield, kaca mata google maupun baju hazmat.

Dia sempat bercerita saat menjadi mahasiswa. Risma mengaku masa seperti itu, dirinya selalu memperbanyak pengalaman. Apalagi, pengalaman itu terkait dengan secara langsung turun masyarakat.

“Kalau tidak ada pengalaman itu, berat jadi Wali Kota,” kata Risma.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved