Breaking News:

Citizen Reporter

Mendongeng di saat Pandemi Dekatkan Anak pada Keluarga, Hindari Menuturkan Nasihat di Akhir Cerita

Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur mengadakan workshop zoom meeting dengan tema Jurus Jitu Dongeng Anak di Masa Pandemi.

Foto: istimewa
Laili Rusmawaty, Guru SMAN 1 Kebomas Gresik 

SURYA.co.id | Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur mengadakan workshop zoom meeting dengan tema Jurus Jitu Dongeng Anak di Masa Pandemi, Kamis (18/6/2020).

Workshop diikuti oleh 150 guru PAUD, BK, SD, dan para pemerhati pendidikan, dari berbagai daerah. Kegiatan itu berlangsung pukul 09.00 -11.00.

Mei Endah Iriani, ketua panitia memberikan penjelasan, workshop itu bertujuan membangun karakter dan kepribadian anak, meningkatkan gemar membaca, dan budaya literasi masyarakat Indonesia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur, Abdul Hamid mengatakan, mendongeng bukan sekadar membangkitksn daya berpikir dan imajinasi, namun juga meningkatkan keterampilan komunikasi, berbahasa, dan pembentukan karakter anak.

Workshop menghadirkan Aryani Safitri (Kak Inge) dari komunitas kumpul dongeng. Inge menuturkan, mendongeng bisa dilakukan oleh siapa saja sebagai nasihat yang tidak secara langsung diberikan kepada anak-anak.

Budaya bertutur merupakan budaya bangsa Indonesia yang perlu digalakkan.

Di Pulau Simeuleu terdapat cerita tentang smong (tsunami).Kisah Smong Simeulue 1907, meredam kematian di bencana gempa bumi berikutnya.

Di pulau itu terdapat cerita turun temurun, memberi peringatan apabila terjadi gempa bumi, air laut menjadi surut, maka cepatlah naik ke atas bukit.

Cerita itu merupakan kearifan lokal penduduk di sana. Cerita Smong menjadi kisah yang disebarkan kakek kepada anak-anak cucu mereka.

Ketika mendongeng kepada anak, jangan menuturkan nasihat-nasihat di akhir cerita.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved